Você está na página 1de 13

ALAT UKUR

KEBULATAN
DISUSUN OLEH :
AHMAD WAHYU SUGITO
(171910101067)
ANANG RIFAI SETIAWAN
(171910101094)
A.   PENGERTIAN
Pengukuran kebulatan merupakan pengukuran yang ditujukan untuk memeriksa kebulatan
suatu benda atau dengan kata lain untuk mengetahui apakah suatu benda benar benar bulat
atau tidak jika dilihat secara teliti dengan menggunakan alat ukur.
Kebulatan mempunyai peranan penting dalam hal:
1. Membagi beban sama rata
2. Menentukan umur komponen
3. Menentukan kondisi suaian
4. Menentukan ketelitian putaran
5. Memperlancar pelumasan

Ketidak bulatatan merupakan salah satu jenis kesalahan bentuk dan umumnya amat
berkaitan dengan beberapa kesalahan bentuk lainya seperti:
1. Kesamaaan sumbu dan konsentrisitas (concentricity)
2. Kelurusan (straighness)
3. Ketegaklurusan (perpendicularity)
4. Kesejajaran (parallelism)
5. Kesilindrikan (clindricity)
B.   MACAM- MACAM ALAT-ALAT UKUR KEBULATAN

1. DIAL INDIKATOR

Dial Indikator merupakan alat ukur yang menggunakan prinsip kerja pengubah


mekanik yaitu pada pasangan roda gigi dengan batang gigi yang digunakan dalam
dial indikator. Dial Indikator terdiri atas beberapa bagian utama yaitu : sensor,
pengubah berupa batang gigi, roda gigi dan pegas, serta bagian penunjuk berupa
jarum dan skala. Dial indikator merupakan alat ukur pembanding yang banyak
digunakan dalam industri permesinan dibagian produksi.
Pengukuran kebulatan dilakukan dengan memutar benda ukur sejauh 360 derajat dan
sensor menyentuh permukaan benda ukur yang diukur kebulatannya.Pengukuran ini
dilakukan
untuk menemukan penyimpangan kebulatan benda ukur terhadap lingkaran
sempurna.Hal tersebut merupakan hal yang sangat esensial dalam kontrol produksi
mekanik.
Dalam pengukuran kebulatan alat ukur yang digunakan adalah Dial Indikator.
Pada gambar terlihat bagian dial indicator yaitu pegas koil dan pegas spiral.
Pegas koil
Berfungsi untuk penekan batang bergigi sehingga sensor selalu menekan kebawah.
Pegas spiral berfungsi sebagai penekan sistem transmisi roda gigi sehingga permukaan gigi yang
berpasangan selalu menekan sisi yang sama untuk kedua arah putaran (guna menghindariBack
lash / keterlambatan gerak balik,yang mungkin terjadi karena profil gigi yang tak sempurna
ataupun kehausan). Sebagaimana dengan jam mekanik beberapa jenis jam ukur atau dial indikator
mempunyai batu (jewel) untuk mengurangi gesekan pada dudukan poros roda gigi. (pengaturan
pada posisi nol) setelah dua tanda pembatas pada jam ukur diatur posisinya sesuai dengan daerah
toleransi produk, pemeriksaan kualitas geometrik produk dapat dilakukan dengan mudah. Jika
tidak perlu kecermatan tinggi, benda silindris mungkin diperiksa kesilindrisan ataupun
kebulatannya dengan jam ukur, dalam hal ini benda ukur harus diletakkan diatas blok V.
Toleransi kesalahan putar( run-out tolerance)diperiksa dengan cara menempatkan jam ukur pada
posisi yang tetap dan benda ukur diputar pada sumbu tertentu .
2.    MIKROMETER
Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat
dan mengukur benda dengan satuan ukur yang
memiliki ketelitian 0.01 mm
Satu mikrometer adalah secara luas digunakan
alat di dalam teknik mesin electro untuk
mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok,
luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang-
batang slot. Mikrometer ini banyak dipakai dalam
metrology, studi dari pengukuran,
 1 Bingkai (Frame) Bingkai ini berbentuk huruf C terbuat dari bahan logam yang tahan
panas serta dibuat agak tebal dan kuat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan peregangan
dan pengerutan yang mengganggu pengukuran. Selain itu, bingkai dilapisi plastik untuk
meminimalkan transfer panas dari tangan ketika pengukuran karena jika Anda memegang
bingkai agak lama sehingga bingkai memanas sampai 10 derajat celcius, maka setiap 10 cm
baja akan memanjang sebesar 1/100 mm.
 2 Landasan (Anvil) Landasan ini berfungsi sebagai penahan ketika benda diletakan dan
diantara anvil dan spindle.
 3 Spindle (gelendong) Spindle ini merupakan silinder yang dapat digerakan menuju
landasan.
 4 Pengunci (lock) Pengunci ini berfungsi sebagai penahan spindle agar tidak bergerak
ketika mengukur benda.
 5 Sleeve Tempat skala utama.
 6 Thimble Tempat skala nonius berada
 7 Ratchet Knob Untuk memajukan atau memundurkan spindel agar sisi benda yang akan
diukur tepat berada diantara spindle dan anvil.
Cara menggunakan mikrometer skrup:
 1.    Membuka pengunci mikrometer skrup kemudian

membuka celah antara spindle dan anvil sedikit lebih besar


dari benda yang akan diukur dengan cara memutar Ratchet
Knob
 2.    Masukan benda yang akan diukur diantara spindle dan

anvil.
 3.    Geserkan spindle ke arah benda dengan cara memutar

ratchet knob sampai terdengar bunyi klik. Jangan sampai


terlalu kuat, cukup sampai benda tidak jatuh saja.
 4.    unci mikrometer skrup agar spindle tidak bergerak.

 5.    Keluarkan benda dari mikrometer skrup dan baca

skalanya.
METODE KONVENSIONAL ALAT
UKUR
1 METODE DIAMETER
Kebulatan diukur dengan menggunakan mikrometer pada beberapa
sudut yang berbeda disekitar sumbu pusat dari benda kerja .Kebulatan
dan diameter adalah dua karakter geometris yang berbeda, meskipun
demikin keduanya saling berkaitan. Ketidakbulatan akan
mempengaruhi hasil pengukuran diameter, sebaliknya pengukuran
diameter tidak selalu akan menunjukan ketidak bulatan.Sebagai
contoh, penampang poros dengan dua tonjolan beraturan (elips) akan
dapat diketahui ketidakbulatannya bila diukur dengan dua sensor
dengan posisi bertolak belakang (1800) misalnya dengan
mikrometer.Namun, mikrometer tidak akan mampu menunjukkan
ketidakbulatan bila digunakan untuk mengukur diameter penampang
poros dengan jumlah tonjolan beraturan yang ganjil (3,5,7 dst).
2 Metode radius
Benda kerja di jepit pada sumbu pusatnya dan di rotasikan ,
sebuah Dial indikator akan mengukur penempatan jari-jari
sebuah bagian silang pada interval siku-siku spesifik.Kebulatan
ditentukan sebagai perbedaan antara pembacaan indicator
3. Metode 3 point
Pengukuran kebulatan menggunakan metode 3 point, membutuhkan V-block,
sebuah saddel gage atau tripod gage seperti di tujukan pada gambar berikut (a)
benda kerja di dukung pada dua point dengan v block. Dial indicator
menyentuh benda kerja pada dua bidang sudut terbentuk oleh dua wadah dari
bentuk v block .Benda kerja dirotasikan dan kebulatan di tentukan sebagai
perbedaan maksimum antara pembacaan indicator. (b) Saddle gage di gunakan
untuk mengukur besarnya diameter benda kerja dan (c) tripod gage di gunakan
untuk diameter dalam. Bagaimana pun ketepatan pengukuran dengan metode
3 point tergantung dari sudut v block dan bentuk profil benda kerja.