Você está na página 1de 33

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
Apakah analisis kebijakan?
Apa bedanya dengan riset
Kenapa harus ada analisis kebijakan?
kebijakan?
Apa bedanya dengan
perumusan kebijakan?
Apa bedanya dengan
implementasi kebijakan?
Apa bedanya evaluasi
kebijakan?
Banyaknya kebijakan yang tidak memuaskan.
Begitu banyak kebijakan yang tidak
E. S. QUADE memecahkan masalah, bahkan menciptakan
masalah baru.
Masalah Publik & Tanggung Jawab Negara

Masalah-masalah publik
• Kemiskinan
• Pengemis/Pengamen jalanan
• Sampah
• Narkoba Siapa yang bertanggungjawab
• Kemacetan menyelesaikannya???
• PKL
• Pengangguran
• Miras
• Kesehatan
• Pendidikan
• dll
KEGAGALAN KEBIJAKAN PUBLIK

Sering kali suatu kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah mengalami


kegagalan (tidak mencapai tujuan ataupun tidak menyelesaikan masalah)
Bahkan kebijakan publik yang telah ditetapkan untuk dilaksanakan menimbulkan
masalah baru
Kebijakan yang memiliki resiko untuk gagal disebabkan oleh faktor diantaranya :
a. Pelaksanaannya jelek (bad excecution)
b. Kebijakannnya sendiri itu memamng jelek ( bad policy)
c. Kebijakann itu sendiri yang bernasib kurang baik (bad luck)
KEGAGALAN KEBIJAKAN PUBLIK

 Kegagalan kebijakan publik yang tidak unggul bercirikan (Dwidjowijoto, 2006) :


1. Berbenturan dengan kebijakan lain yang setara
2. Pertentangan antar pasal-pasal
3. Muatannya memang tidak unggul

 Penyebab utama munculnya kegagalan kebijakan publik (E.S Quade) :


- Buruknya proses pembuatan kebijakan pemerintah
- Kebijakan yang ada tidak mampu mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih
positif
- Kurang memahami akar permasalahan, akibatnya usulan pemecahan tidak tepat atau
bahkan salah arah.
Carl w. Patton dan David S.
Savicky (1993)

Analisis kebijakan tindakan yang perlu dilakukan untuk


dibuatnya sebuah kebijakan, baik kebijakan yang baru
sama sekali, atau kebijakan yang baru sebagai konsekuensi
dari kebijakan yang ada.
ANALISA
KEBIJAKAN

Analisa kebijakan bekerja dalam sebuah lingkungan yang serba terbatas :


1. Waktu
2. Informasi
3. Pengetahuan

Analis kebijakan adalah profesi yang sangat diperlukan oleh setiap pemimpin
puncak diberbagai lembaga administrasi publik, pada setiap jenjang.
1. Mampu cepat mengambil fokus pada kriteria
keputusan yang paling sentral

2. Mempunyai kemampuan analisis multidisiplin, jika


pun tidak mampu mengakses kepada sumber
pengetahuan di luar disiplin yang dikuasainya

3. Mampu memikirkan jenis-jenis tindakan kebijakan


PERAN ANALIS yang dapat diambil
KEBIJAKAN

4. Mampu menghindari pendekatan text book untuk


menganalisa kebijakan, melainkan mampu
menggunakan metode yang paling sederhana namun
tepat dan menggunakan logika untuk mendesain
metode jika metode yang dikehendaki tidak tersedia

5. Mampu mengatasi ketidakpastian


6. Mampu mengemukakan dengan angka

7. Mampu membuat rumusan analisa yang


sederhana namun jelas

PERAN ANALIS
KEBIJAKAN 8. Mampu memeriksa fakta-fakta yang
diperlukan

9. Mampu meletakan diri dalam posisi orang lain


(empati), khususnya sebagai pengambil kebijakan
dan publik yang menjadi konstituennya

10. Mampu menahan diri hanya untuk


memberikan analisa kebijakan, bukan
keputusan
11. Mampu tidak hanya mengatakan “ya” atau
“tidak” pada usulan yang masuk, namun
juga mampu memberikan definiisi dan
analisa dari usulan tersebut

12. Mampu menyadari bahwa tidak ada


kebijakan yang sama sekali benar, sama
PERAN ANALIS sekali rasional dan sama sekali komplet
KEBIJAKAN

13. Mampu memahami bahwa ada batas-batas


intervensi publik

14. Mempunyai etika propesi yang tinggi


Apa bedanya
dengan
perumusan? implementasi?

evaluasi?
Suatu disiplin ilmu sosial terapan yang menggunakan
William berbagai macam metodologi penelitian & argumen
N. Dunn untuk menghasilkan informasi yang relevan untuk
memecahkan masalah-masalah kebijakan.

Suatu bentuk penelitian terapan yang dilakukan


E.S untuk memahami secara mendalam berbagai
Quade permasalahan sosial guna mendapatkan pemecahan
yang lebih baik.

Analisis kebijakan pasti mencakup evaluasi kebijakan, karena analisa


kebijakan menjangkau sejak awal proses kebijakan, yaitu
menemukan isu kebijakan, menganalisa faktor pendukung
kebijakan, implementasinya, peluang evaluasi dan kondisi
lingkungan kebijakan.
Jenis Analis Kebijakan
Patton dan Sawicky

Analisis Preskriptif
Analisis Deskriptif Menekankan pada rekomendasi-
Hanya memberikan gambaran rekomendasi
Analisis
kebijakan
preskriftip
AKP MENGHASILKAN INFORMASI YANG RELEVAN
DENGAN KEBIJAKAN

Metodologi AKP dapat memberikan informasi


dengan menjawab lima bentuk pertanyaan
(W.N. Dunn) Informasi yang dihasilkan
1. Masalah apa yang dihadapi?
2. Kebijakan apa yang telah dibuat untuk 1. Masalah Kebijakan
memecahkan masalah?
2. Masa Depan Kebijakan
3. Bagaimana nilai dari hasil-hasil kebijakan?
3. Tindakan Kebijakan
4. Alternatif kebijakan apakah yang tersedia 4. Hasil Kebijakan
untuk memecahkan masalah tersebut?
5. Kinerja Kebijakan
5. Alternatif tindakan apakah yang dilakukan
untuk memecahkan masalah?
Tahapan Kebijakan Publik
Penyusunan Hasil Agenda
Agenda pemerintah

Formulasi &
Kebijakan
Legitimasi Kebijakan Hasil

Implementasi Tindakan
Kebijakan Hasil kebijakan
Mengarah ke
Evaluasi thd
Kinerja dan
implementasi
dampak
kinerja & dampak
kebijakan
kebijakan

Kebijakan baru
PERUMUSAN MASALAH KEBIJAKAN

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
MASALAH KEBIJAKAN ISU KEBIJAKAN

KEMISKINAN Apes ! Karena Ditipu 93 Orang


Gagal Berhaji

PENGANGGURAN Cuaca ektrem diprediksi


Februari 2015

Kasus dugaan politik uang di


KESEHATAN
Bayumas ditangguhkan

Koalisi merah putih terancam


PENDIDIKAN
perpecahan internal

Jalan Bangka digenangi air


KEMACETAN, DLL
setinggi 50cm, dll
• Masalah kebijakan (publik) adalah kebutuhan dan
nilai yang belum terpenuhi atau kesempatan untuk
mengadakan perbaikan yang hanya dapat dilakukan
melalui kebijakan publik (David Dery).

• Isu kebijakan (publik) adalah pandangan yang


berbeda tentang masalah kebijakan serta cara-cara
untuk memecahkannya (W.N. Dunn).
Sifat – Sifat Masalah Publik
1. Saling ketergantungan (interdependence) antara berbagai
masalah.
2. Subjektivitas dari masalah kebijakan.
3. Artificiality masalah.
4. Dinamika masalah kebijakan.
Tipe – Tipe Masalah Publik

Dalam AKP terdapat beberapa tipologi masalah (Dunn, 2003:221). Ditinjau


dari tingkat kompleksitasnya, masalah dapat dikategorikan menjadi tiga :
1. Masalah yang terstruktur dengan baik (well structured)
2. Masalah yang agak terstruktur (moderately structured)
3. Masalah yang tidak terstruktur (ill structured)
Struktur Masalah
Elemen
Terstruktur Baik AgakTerstruktur Tidak Terstruktur

Pembuat kebijakan Satu atau beberapa Satu atau beberapa Banyak

Altenatif Terbatas Terbatas Tak terbats

Kegunaan (nilai) Konsensus konsensus Konflik

Probabilitas Dapat dihitung Sulit dihitung Sangat sulit dihitung

Contoh Pemberhentian PNS Pembebasan tanah Kemiskinan,


Kriminalitas
Pentingnya Data dalam
Perumusan Masalah
Para analis sering menghadapi beberapa kendala yg berhubungan dengan
data & informasi, antara lain :
1. Kurang tersedianya data & informasi yg baru (up to date). Dalam praktik
tidak mudah menemukan data yang baru pada instansi pemerintah.
2. Rendahnya kualitas data & informasi karena rendahnya kompetensi
petugas pengumpul & pengelola data atau terjadinya bias pelaporan
untuk alasan tertentu.
3. Sistem manajemen data yg belum standar, yg menyangkut masalah
klasifikasi, penyajian, keteraturan pengolahan & ukuran yg digunakan.
Contoh, ukuran & klasifikasi kemiskinan antar instansi yg satu dengan
yang lain dapat berbeda.
Tahapan Perumusan Masalah Publik

Perumusan masalah dapat dipandang sebagai suatu proses yang terdiri dari empat
tahap, yakni :
1. Pencarian masalah (problem search)
2. Pendefinisian masalah (problem definition)
3. Spesifikasi masalah (problem specificatoin)
4. Pengenalan masalah (problem sensing)
Masalah yang belum tertata
dengan rapih
META MASALAH

Pencarian masalah Pendefinisian masalah

Serangkaian situasi yang


MASALAH
menimbulkan rasa ketidakpuasan dan SITUASI MASALAH
terasa ada sesuatu yang salah SUBTANTIF

Pengenalan masalah Spesifikasi masalah

MASALAH FORMAL
Tahapan Ilustrasi Contoh Perumusan Masalah :
Situasi Masalah Pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 yang ditindaklanjuti dengan PP No. 72
tentang Desa ternyata tidak ada/kurang adanya penekanan pada pelayanan publik di desa.
Meta Masalah 1. Agenda reformasi pelayanan publik seolah-olah hanya sampai pada tingkat kabupaten.
2. Belum ada perubahan yang signifikan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa khususnya pelayanan
Bagaimana kita
memanadang
publik di Desa, karena ada anggapan bahwa pembangunan desa berarti pembangunan fisik.
kekurangmampuan 3. Ada kecenderungan pemerintah kabupaten tidak serius dalam pemberdayaan Pemerintahan Desa
aparat desa
menyelenggarakan (membiarkan desa tidak mempunyai kemampuan) padahal penduduk kabupaten sekitar 70% lebih
pelayanan publik bertempat tinggal di desa.
Masalah 1. Dari aspek finansial bahwa pemerintah daerah sudah merasa bahwa pembiayaan alokasi dana untuk desa
Subtantif cukup besar, tetapi hasil dari penyelenggaraan pemerintahan desa tidak optimal, pelayanan publik di desa
belum mengarah ke pelayanan prima.
Bagaimana kondisi
riil kemampuan
2. Dari aspek politis bahwa penyelenggaraan pemerintahan desa tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan
pelayanan publik kabupaten, karena keberhasilan pemerintahan kabupaten juga tergantung dari berhasil tidaknya
oleh aparat desa
penyelenggaraan pemerintahan desa dalam pelayanan publik.
3. Dari aspek psikologi bahwa semakin desa mandiri maka kesejahteraan masyarakat desa akan lebih
meningkat, kesejahteraan masyarakat desa meningkat, maka kesejahteraan tingkat kabupaten juga
meningkat.
Masalah Dengan berdasar pada situasi masalah, meta masalah, dan masalah substantif sebagaimana diuraikan di atas,
Formal maka perlu dirumuskan, “bagaimana kebijakan pemerintah daerah yang efektif dalam membangun pelayanan
Harus
dijabarkan secara
publik di desa.”
kualitatif tingkat
pelayanan publik
aparat desa
Tahapan Ilustrasi Contoh Perumusan Masalah :
Situasi Masalah Implementasi otonomi daerah yang mendasarkan pada undang-undang No 32 Tahun 2004 di bidang
manajemen kepegawaian telah membatasi mobilitas pegawai negeri sipil (PNS) dalam meniti kariernya.
Meta Masalah 1. PNS mengalami kesulitan untuk mutasi/pindah kerja dari kabupaten/kota yang satu ke kabupaten/kota
yang lain baik dalam satu propinsi maupun antar propinsi.
Bagaimana kita 2. Karir PNS yang baik akan cepat menthok (berhenti) di daerah karena terbatasnya jabatan eselon yang ada,
memandang mutasi
PNS sebagai masalah? dan sulit bagi mereka untuk pindah ke propinsi atau pemerintaah pusat.
3. Ada kecenderungan faktor etnik/kesukuan dipertimbangkan dalam pengangkatan PNS di daerah.
4. Kualitas PNS tertentu sulit ditingkatkan karena jumlah anggaran untuk meningkatkan PNS terbatas.
5. Sistem rekrutmen yang bersifat lokal dapat mengakibatkan kualitas PNS yang diterima kurang baik.
Masalah 1. Dari aspek finansial pemerintah daeraah mengalami kesulitan untuk memberikan anggaran rutin bagi
Subtantif PNSnya karena terbataasnya anggaran daaerah, khususnya PAD. Demikian juga kesulitan dalam
meningkatkan mutu PNS baik melalui pelatihan maupun pendidikan karena kurang tersedianya finansial
Bagaaimana kondisi riil
PNS?
dan infrastruktur pendukung yang lain.
2. Dari aspek politis, penyerahan manajemen kepegawaian pada pemerintah kabupaten/kota dan propinsi
telah membatasi mobilitas dan karier PNS dan juga lahirnya fenomena primordialisme, ketertutupan
daerah dalam merekrut calon pegawainnya.
3. Dari aspek psikologis,penyerahan kepegawaian pada pemerintah kabupaten kota dan propinsi telah
membatasi mobilitas dan karir PNS, terutama guru-guru SMP dan SMU yang sebelumnya di bawah otoritas
pemerintah pusat.
Masalah Dengan mendasarkan pada situasi masalah, meta masalah dan masalah subtantif sebagai mana diuraikan di
Formal atas, maka manajemen PNS sebaiknya beradaa pada otoritas siapa? Apakah manajemen PNS berada pada
pemerintah pusat, pemerintah propinsi atau pemerintah kabupaten/kota?
Metode Merumuskan Masalah
1. Analisis batas
2. Analisis klasifikasi
3. Analisis hierarki
4. Brainstorming
5. Analisis perspektif ganda
Analisis batas

Yakni usaha memetakan masalahnya melalui snowball sampling dari


stakeholder. Ini disebabkan karena analisis kebijakan sering
dihadapkan pada masalah yg tidak jelas dan rumit, sehingga perlu
minta bantuan stakeholder untuk yg berhubungan dg masalah yg
bersangkutan.

Teknik ini dilakukan satu atau beberapa orang ahli atau orang tersebut
merekomendasikan orang lain yang sama atau lebih tahu tentaang materi masalah
publik yang dihadapi.
Analisis klasifikasi

Yakni mengklasifikasikan masalah ke dalam kategori-kategori tertentu dg tujuan untuk lebih memudahkan
analisis.

Batas Miskin (Rupiah) Proporsi Penduduk Miskin


Tahun Kota Desa Kota Desa Kota & Desa
Juta % juta % Juta %
1999 89.845 69.420 12,4 15,10 25,1 20,20 37,5 18,20
2000 91.632 73.648 12,3 14,60 26,4 22,38 38,7 19,14
2001 100.011 80.382 8,6 9,79 29,3 24,48 37,9 18,41
2002 130.499 96.512 13,3 14,46 25,1 21,10 38,4 18,20
2003 138.803 105.888 12,2 13,57 25,1 20,23 37,3 17,42

PROPORSI JUMLAH PENDUDUK MISKIN MENURUT DESA – KOTA 1999-2003


Keterbelakangan
suatu wilayah

Rendahnya Kekurangan Kurangnya


teknologi modal angkatan kerja

Rendahnya investasi Rendahnya aliran Rendahnya aliran Lambatnya


oleh masyarakat modal ke wilayah tsb tenaga kerja yg pertumbuhan
wilayah tsb masuk ke wilayah tsb angkatan kerja

Rendahnya tabungan Tingkat Rendahnya tingkat Rendahnya


masyarakat pengembalian modal upah dibanding pertumbuhan
relatif lebih rendah wilayah lain penduduk usia kerja
daripada wilayah lain
di wilayah tsb
ANALISIS HIRARKI
Yakni metode untuk menyusun masalah berdasarkan sebab-sebab yg mungkin dari situasi masalah.
Brainstrorming

• Yakni metode untuk merumuskan masalah melalui


curah pendapat dari orang-orang yang mengetahui
kondiisi yg ada.

Analisis Prespektif ganda

• Yakni metode untuk memperoleh pandangan yg


bervariasi dari perspektif yg berbeda mengenai
suatu masalah dan pemecahan masalahnya.