Você está na página 1de 26

ANALISIS

LEVERAGE
Disusun Oleh:
Kelompok 1
Fitriana B.231.15.0058
DAFTAR PUSTAKA

• Agus Sartono.2000.Manajemen Keuangan Soal Dan Penyelesaian Edisi 3.Bpfe Yokyakarta

• Munawir. 2008.Analisis Laporan Keuangan.


• Van Horne, C.James. 2005. Fundamentals of Financial Management – Prinsip Prinsip
Manajemen Keuangan. Penerbit Salemba Empat. Jakarta
• Weston, J.Fred. 1995. Manajemen Keuangan. Binarupa Aksara. Jakarta Barat.
• Widanarto.2008.Analisis Leverage.Available at http://widanarto.files.wordpress.com
RASIO KEUANGAN
Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisa
presebtasi operasi perusahaan. Disamping itu, analisis rasiio keuangan juga dapat
dipergunakan sebagai kerangka kerja perencanaan pengendalian keuangan.
Dengan kata lain bagian ini akan membahas tentang :
• Factor kritis dalam analisis rasio keuangan
• Mempelajari bagaimana anaisis rasio keuangan tersebut dipergunakan
• Mempelajari secara logis laporan sumber dan penggunaan dana
ANALISIS RASIO LEVERAGES
Rasio Leverages yang mengukur seberapa besar perusahaan dibiaya dengan utang.
Kreditur akan melihat proporsi modal sendiri untuk menentukan margin of
safety. Tetapi bagi pemilik perusahaan pemenuhan kebutuhan dana dengan
menarik utang akan memberikan manfaat :
• Kontrol perusahaan tidak berkurang,
• Jika perusahaan memperoleh tngkat keuntungan jauh lebih besar daripada
bunga yang harus dibayarkan kepada kreditur maka pemilik prusahaan akan
memperoleh manfaat uang besar.
LEVERAGE OPERASI ( OPERATING
LEVERAGE )
• Leverage operasi timbul pada saat perusahaan menggunakan aktiva yang memiliki biaya-biaya operasi
tetap (biaya penyusutan gedung & peralatan kantor, biaya asuransi dan biaya lain yang muncul dari
penggunaan fasilitas dan biaya manajemen)..
• Biaya operasi tetap, dikeluarkan agar volume penjualan dapat menghasilkan penerimaan yang lebih
besar daripada seluruh biaya operasi tetap dan variabel. Pengaruh yang timbul dengan adanya biaya
operasi tetap yaitu adanya perubahan dalam volume penjualan yang menghasilkan perubahan
keuntungan atau kerugian operasi yang lebih besar dari proporsi yang telah ditetapkan.
• Leverage operasi juga memperlihatkan pengaruh penjualan terhadap laba operasi atau laba sebelum
bunga dan pajak (EBIT) yang diperoleh. Pengaruh tersebut dapat dicari dengan menghitung besarnya
tingkat leverage operasinya (degree of operating leverage).
TINGKAT LEVERAGE OPERASI
 Leverage operasi lebih tepat didefinisikan dalam
bentuk seberapa jauh perubahan tertentu dari
volume penjualan berpengaruh pada laba operasi
bersih (net operating income, NOI). Untuk
mengukur pengaruh perubahan volume penjualan
terhadap profitabilitas, maka kita hitung tingkat
leverage operasi ( degree of operating leverage, DOL
), yaitu rasio dari perubahan presentase laba operasi
terhadap perubahan presentase unit yang terjual
atau pendapatan total (total revenue = TR).
FINANCIAL LEVERAGE
• Leverage adalah penggunaan dana yang diperoleh dari utang atau dengan mengeluarkan saham
preferen, biaya tetap yang ditimbulkan dari penggunaan dana tersebut adalah bunga atau
deviden. Bunga dan deviden saham preferen merupakan biaya tetap finansial yang harus dibayar
tanpa mempedulikan tingkat laba perusahaan. Sehingga financial leverage dikatakan sebagai
pengungkit keuangan, dimana perusahaan membiayai kegiatannya (operasional) dengan
menggunakan modal pinjaman serta menanggung suatu beban tetap yang bertujuan untuk
meningkatkan laba per lembar saham.

• Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan
bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya
sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Financial leverage
menunjukkan perubahan laba per lembar saham atau earning per share (EPS) sebagai akibat
perubahan earning before interest and tax (EBIT).
MASALAH FINANSIAL
LEVERAGE
 Masalah financial leverage baru timbul setelah

perusahaan meggunakan dana dengan beban tetap,

seperti halnya masalah operating leverage baru

timbul setelah perusahaan dalam operasinya

mempunyai biaya tetap. Perusahaan yang

menggunakan dana dengan beban tetap dikatakan

menghasilkan leverage yang menguntungkan

(favorable financial leverage) .


 Financial leverage itu merugikan (unfavorable leverage) kalau
perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan dari
penggunaan dana tersebut sebanyak beban tetap yang harus
dibayar.

Salah satu tujuan dalam pemilihan berbagai alternative metode


pembelanjaan adalah untuk memperbesar pendapatan bagi
pemilik modal sendiri atau pemegang saham biasa.
RASIO LEVERAGE
Rasio leverage ada 2 macam :

 Rasio utang terhadap ekuitas


Untuk menilai sejauh mana perusahaan menggunakan uang
yang dipinjam, kita dapat menggunakan beberapa rasio utang
(debt ratio) yang berbeda. Rasio utang terhadap ekuitas dapat
dihitung dengan membagi total hutang perusahaan (termasuk
kewajiban jangka pendek) dengan ekuitas pemegang saham.
Rumus :
Rasio hutang terhadap ekuitas = total hutang : ekuitas
pemegang saham

 Rasio hutang terhadap total aktiva


Rasio hutang terhadap total aktiva didapat dari membagi total
hutang dalam perusahaan dengan total aktivanya. Rumus :
Rasio hutang terhadap total aktiva = total hutang : total aktiva
INDIFFERENCE POINT ANTARA
HUTANG DENGAN SAHAM BIASA
• Untuk dapat mengetahui perimbangan pembelanjaan yang mana yang mempunyai income effect
yang terbesar terhadap EPS pada setiap tingkat EBIT, maka kita harus menentukan indifference
point terlebih dahulu. Setelah menentukan indifference point maka dapat diketahui pada tingkat
EBIT berapa akan menghasilkan EPS pada berbagai alternatif adalah sama. Analisa indifference
point ini sering pula disebut dengan “analisa EBIT – EPS”.
DEBT TO TOTAL ASSET RATIO
• mengukur presentase total dana yang dipenuhi atau dibiayai dengan utang.
– Debt to total asset ratio yang rendah, berarti menunjukan adanya perlindungan
bagi kreditur terhadap kemungkinan ikuidasi.
– Pemilik mungkin akan mencari (menentukan suatu leverage yang tinggi
untuk menaikan tingkat keuntungan atau karena penambahab modal sebdiri
berarti akan mengurangi tingkat pengendalian perusahaan

Debt to tatal assets = Aktiva lancar


Utang lancar
TIME INTEREST EARNED RATIO
Time interest earned ratio adalah rasio antara laba sebelum buga dan
pajak(Earning Before Income Tax/EBIT) dengan beban bunga yang
mengukur seberapa besar keuntungan yang dapat berkurang / turun
tanpa mengakibatkan danya kesulitan keuangan karena perusahaan
tidak mampu membayar bunga.

Times interest earned = Laba sebelum buga dan pajak(EBIT)


Beban bunga
FIXED CHANGE COVERAGE

Fixed change coverage, adalah rasio antara aliran kas masuk dengan beban tetap
setalh ditambah pembayaran sewa dan beban bunga. Rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar beban tetapnya berupa bunga dan sewa.

1. Fixed Charge Coverage= Laba sebelum bugan dan pajak (EBIT) + Sewa
Beban bunga + Pembayaran sewa
CASH FLOW COVERAGE

Cash flow coverage adalah rasio antara aliran kas masuk dengan beban tetap setelah
ditambah dengan feviden saham preferen dan pembayaran angusuran utang atas
dasar sebelum pajak. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memnuhi
kewajiban atas kas. Karena depresiasi merupakan noncash expenses maka harus
ditambahkan kedalam cash in flow.

1. Cash flow coverage = Alira kas masuk + Depresiasi .


Beban Tetap + Deviden saham Preferen + Deviden saham Preferen
(1-Pajak) (1-Pajak)
PERHITUNGAN TINGKAT LEVERAGE
OPERASI SECARA ALJABAR
 Tingkat leverage operasi =

perubahan presentase laba operasi


perubahan % unit yang terjual atau
pendapatan total
CONTOH SOAL

Diketahui :
Mesin A Mesin B
Penjualan 2.500.000 2.500.000
Biaya variabel 2.500.000 2.500.000
Kontribusi margin 2.000.000 1.500.000
Biaya tetap 500.000 1.000.000
EBIT 100.000 500.000
1. Berapakah degree of operating leverage (DOL) Cv. Sekar Adina untuk mesin A?
Jawab :

Degree of Operating Leverage (DOL)


DOL = S-BV = Qx(P-V)
S-BV-T Qx(P-V)-BT
Dimana:
Q= jumlah unit produk
P= harga jual per unit
V= biaya variabel per unit
T= biaya tetap
Pemecahan:
DOL = S-BV = Qx(P-V)
S-BV-T Qx(P-V)-BT

DOL = 00x(5000-4000) = 1,25


5000x(5000-4000)-100.000
2. Berapakah degree of operating (DOL) Cv. Sekar Adina untuk mesin B?

Jawab :

Degree of Operation Leverage (DOL)


DOL= S-BV = Qx(P-V)
S-BV-T Qx(P-V)-BT

Dimana:
Q= jumlah unit produk
P= harga jual per unit
V= biaya variabel per unit
T= biaya tetap

Pemecahan:
DOL= S-BV = Qx(P-V)
S-BV-T Qx(P-V)-BT
DOL= _500x(5000-3000) =2
5000x(5000-3000)-500.000
3. Berapakah Degree of Financial Leverage (DFL) Cv. Sekar Adina untuk mesin A, bila diketahui
mesin A menanggung biaya bunga sebesar Rp. 100.000 dan beban pajak 40%?

Jawab

Degree of Financial Leverage (DFL)


DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
EBIT-I Qx(P-V)-BT-I

Dimana:
Q= jumlah unit produk
P= harga jual per unit
V= biaya variabel per unit
T= biaya tetap
I= biaya bunga
Mesin A
Penjualan 2.500.000
Pemecahan:
Biaya Variabel 2.000.000
Kontribusi margin 500.000 DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
Biaya tetap 100.000 EBIT-I Qx(P-V)-BT-I
EBIT 400.000
DFL= _400.000 = 1,33
Biaya Bunga 100.000 400.000-100.000
EBT 300.000
Pajak 40% 120.000
EAT 180.000
4. Berapakah Degree of Financial Leverage (DFL) Cv.Sekar Adina untuk mesin A, bila diketahui
mesin A menanggung biaya bunga sebesar Rp. 300.000 dan beban pajak 40%?

Jawab :

Degree of Financial Leverage (DFL)


DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
EBIT-I Qx(P-V)-BT-I

Dimana:
Q= jumlah unit produk
P= harga jual per unit
V= biaya variabel per unit
T= biaya tetap
I= biaya bunga
Mesin A
Penjualan 2.500.000
Biaya Variabel 1.500.000 Pemecahan:
Kontribusi margin 1.000.000
DFL= EBIT = Qx(P-V)-BT
Biaya tetap 500.000 EBIT-I Qx(P-V)-BT-I
EBIT 500.000
DFL= _500.000 = 2,5
Biaya Bunga 300.000 500.000-300.000
EBT 200.000
Pajak 40% 80.000
EAT 120.000
THANK YOU

TERIMAKASIH