Você está na página 1de 26

PRESENTASI OLEH :

Kelompok 4
Tingkat 2C
ANGGOTA KELOMPOK :

1. Rachmat Nurhilal (P1337420217087)

2. Sofi Tri Maharani Rahmat (P1337420217088)

3. Irma Islamiasih (P1337420217097)

4. Ica Marisa (P1337420217113)


Chicken
Pox
Pengertian

Chicken pox/Varicella (cacar


air) adalah infeksi primer oleh
virus varicella zoster. Infeksi
oleh virus varicella-zoster
menyebabkan timbulnya
vesikel-vesikel pruritik yang
mengandung air di kulit
ETIOLOGI
1. virus varicella-zoster

2. Lemahnya sistem kekebalan


tubuh

3. Pola hidup tidak sehat

4. Hidup dalam lingkungan tidak


bersih atau tidak sehat

5. Penularan dari orang lain


TANDA DAN GEJALA CHICKEN POX

Biasanyatimbuldemamringandanmalese24
jamsebelumvesikelmuncul

Nyerikepala,mualdananoreksia

Ruamvesikeldiawalidenganadanyamakulakemerah
an,biasanyapertamakalimunculdibadandanmenyeb
arkewajahsertaekstremitas

Vesikelakhirnyaberisicairanyangpecahsetelahbeber
apaharidanmeninggalkankrusta

Padasaatbersamaandapatdijumpaibanyakmakula,v
esikel,dankeropengdalamberbagaistadiumpembentu
kandankrustasi
PERJALANAN PENYAKIT INI DIBAGI
MENJADI 2 STADIUM, YAITU (LUBIS, 2008)
Stadium Prodromal: 24 jam sebelum kelainan kulit
timbul, terdapat gejala panas yang tidak terlalu tinggi,
perasaan lemah (malaise), sakit kepala, anoreksia, rasa
berat pada punggung dan kadang-kadang disertai
batuk kering diikuti eritema pada kulit dapat
berbentuk scarlatinaform atau morbiliform. Panas
biasanya menghilang dalam 4 hari, bilamana panas
tubuh menetap perlu dicurigai adanya komplikasi atau
gangguan imunitas.
Stadium erupsi: dimulai saat eritema berkembang
dengan cepat (dalam beberapa jam) berubah menjadi
macula kecil, kemudian papula yang kemerahan lalu
menjadi vesikel. Vesikel ini biasannya kecil, berisi
cairan jernih, tidak umbilicated dengan dasar
eritematous, mudah pecah serta mongering membentuk
krusta, bentuk ini sangat khas dan lebih dikenal
sebagai “tetesan embun”/”air mata”.
TANDA DAN GEJALA SECARA UMUM
ADALAH :

 Demam
 Nyeri perut

 Perasaan tidak enak dengan vesikel pada kulit

 Pilek

 Cepat merasa lelah

 Lesu dan lemah

 Nyeri sendi

 Sakit kepala dan pusing

 Kemerahan pada kulit yang kemudian menjadi


lenting berisi cairan dengan dinding tipis
PATHWAY
KLASIFIKASI CHICKEN POX
1. Herpes Zoster adalah jenis penyakit yang
disebabkan oleh virus Varicella Zozter, virus
yang juga menyebabkan penyakit cacar udara,
jadi penyakit herpes ini bukan penyakit herpes
seksual.
2. Herpes Simpleks adalah jenis penyakit yang
disebabkan oleh virus simpleks atau virus HSV
Namun herpes jenis ini dibedakan lagi dengan
dua jenis virus yang berbeda dari jenis yang
berbeda:
a. Herpes Simpleks tipe 1 (herpes oral) yang
terinfeksi oleh virus HSV 1
b. Herpes Simpleks tipe 2 (herpes genital) yang
PEMERIKSAAN PENUNJANG CHICKEN
POX

Tzancksmear

Direct fluorescent assay (DFA)

Polymerase chain reaction (PCR)

Biopsi kulit
PENATALAKSANAAN CHICKEN POX
Secara Medis
Pemberian asiklovir dalam 24 jam pertama
timbulnya ruam, secara signifikan dapat
mengurangi hari lamanya demam, memperpendek
lama sakit, mengurangi jumlah lesi, tapi tidak
mengurangi komplikasi chicken pox

Secara Keperawatan
Pengobatan chicken pox bersifat simtomatik
seperti pemberian calamine lotion lokal pada lesi
kulit, untuk mengurangi rasa gatal dapat
diberikan kompres dingin, mandi secara teratur
atau pemberian antihistamin (Hadinegoro, 2010).
KOMPLIKASI CHICKEN POX

 Infeksi bakteri sekunder pada vesikel


 Pneumonia, ensefalitis, radang sendi, dan nyeri
dapat terjadi pada varicella
 Sindrom Reye pada anak yang diberi aspirin
sewaktu mengidap varicella
 Scar, timbulnya scar berhubungan dengan
infeksi staphylococcus atau streptococcus yang
berasal dari garukan
 Herpes zoster, komplikasi yang lambat dari
varicella yaitu timbulnya herpes zoster, timbul
beberapa bulan hingga tahun setelah terjadinya
infeksi primer
PENCEGAHAN CHICKEN POX
 Untuk mencegah penyakit Varicella maka pada
anak diberikan vaksin Varicella yang di
injeksikan pada usia 1 tahun namun jika pada
usia tersebut tidak diberikan maka bisa
diberikan pada usia 11-12 tahun. Untuk anak
atau dewasa di atas 13 tahun yang belum
terkena cacar air mendapat 2 kali suntikan
Varicella dengan jarak 4-8 minggu. Dan untuk
ibu hamil, vaksin Varicella diberikan setidaknya
4 minggu sebelum hamil (semakin jauh semakin
aman, jadi baiknya 12 minggu sebelum hamil).
CARA PENULARAN CHICKEN POX

 Pada seorang yang belum pernah mengalami


infeksi VVZ primer akan mudah tertular virus
tersebut dengan manifestasi klinis sebagai
Varicella (cacar air). Tetapi bila sudah pernah
mengalami infeksi cacar air maka orang tersebut
tidak akan tertular bila berdekatan dengan
penderita herpes zoster.
 Penularan VVZ dapat secara kontak langsung
dengan kelainan kulit penderita herpes zoster.
 Penularan VVZ dapat melalui udara masuk
mukosa saluran pernapasan bagian atas.
ASUHAN
KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Identitas pasien
Kaji identitas pasien meliputi nama, jenis kelamin, tempat tanggal
lahir, umur, alamat, pekerjaan, agama, kewarganegaraan dsb.
Serta kaji identitas penanggungjawab.
2. Keluhan Utama
a. Keluhan utama biasanya demam dan ruam pada kulit
b. Tanyakan sudah berapa lama timbul ruam pada kulit.
c. Bagaimana sifat ruam,
d. Di mana tempat pertama timbulnya ruam tersebut, bagaimana
penyebarannya?
e. Bagaimana hubungan timbulnya ruam dengan demam?
f. Apakah ruam kulit disertai kelainan pada selaput lendir mulut?
g. Apakah kelainan/ruam juga terdapat pada telapak tangan atau
kaki?
h. Apakah disertai rasa gatal atau sakit seperti terbakar?
i. Apakah sebelum timbul ruam didahului oleh gejala lain seperti
batuk, pilek, mata merah atau gejala lainnya?
j. Apakah ruam berkembang menjadi gelembung kecil (vesikel)?
3. Keluhan tambahan
a. Apakah keluhan disertai tanda kegawatan seperti
kejang, sesak nafas, atau lemah/penurunan
kesadaran?
b. Apakah ada nyeri kepala, mual, anoreksia?
4. Riwayat imunisasi
Tanyakan bagaimana riwayat imunisasi (campak,
rubela, varisela)?
5. Riwayat alergi
a. Tanyakan apakah pasien memiliki riwayat alergi
kulit, reaksi alergi makanan, obat serta zat kimia
dan riwayat kanker kulit?
b. Adakah riwayat minum obat-obatan sebelumnya
(terutama yang sering menyebabkan alergi)?
6. Riwayat kesehatan sekarang
Tanyakan apakah pasien pernah kontak dengan
penderita sejenis, adakah penderita yang sama di
lingkungan penderita, sudah dan beberapa lama
menderita, kapan gejala terasa.
7. Riwayat kesehatan dahulu
8. Pemeriksaan Fisik
a. Lakukan pengukuran tanda vital: Kesadaran, tekanan
darah, nadi, pernafasan, dan suhu tubuh.
b. Adakah demam?
c. Adakah tanda-tanda gangguan kesadaran atau kejang?
d. Adakah tanda-tanda dehidrasi atau malnutrisi?
Kepala
Pada pemeriksaan kepala: adakah konjungtivitis, adakah
enantema (Koplik spot) pada rongga mulut, vesikula,
ulkus atau kelainan pada lidah? Adakah tanda-tanda
faringitis?
Leher
Adakah pembesaran kelenjar getah bening di leher, retro-
auriculer atau suboccipital, atau di tempat lainnya?
Paru-paru
Adakah ronki basah (crakles) pada pemeriksaan paru?
Ekstremitas
Adakah kelainan lain pada anggota badan (termasuk
pada telapak tangan/ kaki?)
Kulit
a. Apakah ruam kulit berupa makula, papula, vesikula,
pustula, bula, vesiko-bulosa, petekie, purpura, atau
kombinasi dari kelainan tersebut?
b. Tentukan lokasi utama kelainan kulit dan
penyebarannya.

9. Pemeriksaan Penunjang
a. Pada umumnya diagnosis penyakit demam dengan
ruam (eksantema akut) dapat ditegakkan hanya dari
tampilan klinis.
b. Pemeriksaan darah rutin (terutama jumlah dan hitung
jenis leukosit) dapat membantu membedakan etiologi
virus dan bakteri.
c. Lakukan foto toraks bila diduga ada komplikasi
pneumonia.
d. Periksa lab khusus tergantung diagnosis penyakitnya
B. ANALISA DATA
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hipertermi berhubungan dengan reaksi inflamasi
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
perubahan kondisi kulit (vesikula, pustula, krusta)
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologi
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Hipertermi berhubungan dengan penyakit reaksi inflamasi
Tujuan
Termoregulasi (0800)
a. Tidak ada peningkatan suhu kulit d. Tidak ada perubahan warna kulit
b. Tidak ada hipertermia e. Tingkat pernapasan tidak terganggu
c. Tidak mengantuk f. Pasien melaporkan kenyamanan
suhu
Intervensi
Perawatan Demam (3740)
a. Pantau suhu dan tanda-tanda vital dan lainnya
b. Monitor warna kulit dan suhu
c. Monitor asupan dan keluaran, sadari perubahan kehilangan cairan
yang tak dirasakan
a. Fasilitasi Istirahat, terapkan pembatasan aktivitas jika diperlukan
b. Mandikan [pasien] dengan spons hangat dengan hati-hati
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
perubahan kondisi kulit (vesikula, pustula, krusta)
Tujuan
Integritas jaringan : kulit & membrane mukosa (1101)
a. Tektur kulit tidak terganggu
b. Integritas kulit tidak terganggu
c. Tidak ada lesi pada kulit
d. Tidak ada eritema
Intervensi
Memandikan (1610)
a. Bantu [memandikan pasien] dengan menggunakan
kursi untuk mandi, bak tempat mandi, mandi dengan
berdiri, dengan menggunakan cara yang tepat atau
sesuai dengan keinginan [pasien].
b. Mandi dengan air yang mempunyai suhu yang
nyaman
c. Gunakan teknik mandi yang menyenangkan pada
anak
d. Berikan lubrikan dan krim pada area kulit yang
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologi
Tujuan
Tingkat Nyeri (2102)
a. Tidak ada nyeri yang dilaporkan
b. Ekspresi wajah tidak menunjukan nyeri
c. Pasien dapat beristirahat dengan nyaman
Intervensi
Akupressur (1320)
a. Lakukan skrining untuk mengetahui indikasi misalnya adanya
benturan, jaringan parut, infeksi kondisi jantung yang serius (juga
kontraindikasi bagi anak kecil)
b. Putuskan apa [jenis] akupressur apa yang dapat diaplikasikan
untuk penanganan pada individu tertentu
c.Tentukan tingkat kenyamanan psikologis individu dengan
melakukan sentuhan
d.Tentukan hasil yang diharapkan
e. Dukung individu untuk menjadi rileks saat stimulasi dilakukan

Manajemen Nyeri (1400)


a. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensi
b.Observasi adanya petunjuk nonverbal mengenai ketidaknyamanan
c. Berikan individu penurun nyeri yang optimal dengan
E. EVALUASI KEPERAWATAN
1. Setelah dilakukan intervensi keperawatan masalah
hipertermi pasien teratasi. Suhu tubuh pasien dalam
rentang normal, tidak ada perubahan warna kulit,
pasien bernapas dengan normal, pasien merasa
nyaman.
2. Setelah dilakukan intervensi keperawatan masalah
kerusakan integritas kulit pasien teratasi. Integritas
kulit pasien tidak terganggu.
3. Setelah dilakukan intervensi keperawatan masalah
nyeri akut pasien teratasi. Pasien tidak melaporkan
adanya nyeri, ekspresi wajah pasien tidak menahan
nyeri, pasien merasa nyaman.
TERIMAKASIH