Você está na página 1de 20

Amanda Juliana

NIM: 405120139
Kelompok 12
LO 1: Memahami dan Menjelaskan
Definisi DNA
• DNA (deoksiribosa nukleat) adalah sejenis
asam nukleat yang terdapat dalam kromosom-
kromosom dan berisi informasi genetik yang
bisa diturunkan kepada keturunannya.
• RNA (ribosa nukleat) adalah hasil dari
transkripsi (pengkopian) DNA.
LO 2: Memahami dan Menjelaskan
metode-metode pemeriksaan DNA
1. DNA Fingerprint
 Adalah teknik untuk mengidentifikasi seseorang berdasarkan pada
profil DNAnya.
 Ada dua aspek DNA yang digunakan dalam DNA fingerprinting, yaitu
di dalam satu individu terdapat DNA yang seragam dan variasi
genetik terdapat diantara individu.
 Prosedur DNA fingerprint adalah mencocokkan DNA seseorang
dengan orang lain, karena DNA memiliki hereditas yang berfungsi
untuk menentukan suatu urutan keturunan dalam suatu keluarga.
 Bagian tubuh yang bisa diperiksa adalah epitel bibir, sperma, rambut,
darah, daging, tulang, dan kuku.
2. Antropometri
 Adalah suatu ilmu yang berhubungan dengan ukuran tubuh manusia.
3. Rekam Medis
 Adalah keterangan baik yg tertulis maupun terekam ttg identitas,
anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa segala pelayanan
dan tindakan medis yg diberikan kepada pasien dan pengobatan baik
yg dirawat inap, rawat jalan, maupun palayanan gawat darurat.
LO 3: Memahami dan Menjelaskan
penurunan Info Gen
1. Replikasi
 Adalah proses penggandaan rantai DNA.
 Terjadi dalam inti sel (nukleus).
 Replikasi terjadi sebelum pembelahan sel.
 Replikasi terjadi dengan proses semikonservatif,
yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru
disintesis dengan prinsip komplementasi pada
masing-masing rantai DNA lama. Akhirnya dihasilkan
dua rantai DNA baru yang masing-masing
mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama
dan satu rantai baru hasil sintesis.
 Enzim yang terlibat dalam replikasi DNA:
a. Topoisomerase, enzim ini bekerja spesifik untuk
memutar ikatan double heliks DNA.
b. Helikase, enzim ini berfungsi untuk membuka
rantai DNA sehingga terbentuk garpu replikasi.
c. Primase, enzim ini merupakan enzim yang
mengawali terjadinya replikasi.
d. DNA polimerase, berfungsi membentuk mRNA.
e. Ligase, enzim ini berfungsi untuk meyolder atau
menyambung ikatan DNA.
 Mekanisme replikasi DNA:
 Mula-mula enzim topoisomerase memutar
pilinan rantai DNA yang sebelumnya tidak
beraturan agar menjadi lurus.
 Setelah lurus, datanglah enzim helikase. Enzim
ini bertugas membuka pilinan rantai ganda DNA.
dengan cara pemanasan (denaturasi). Setelah
terbuka, maka terbentuklah garpu replikasi.
 Setelah terbuka, maka datanglah protein
tertentu yang menempel di dinding DNA yang
menyebabkan rantai DNA ini tidak terpilin
kembali.
 Saat terbukanya garpu replikasi ini, terbentuklah
2 macam replikasi, yakni Leagging strange dan
Leading strange. Leagging strange merupakan
replikasi yang continue (tidak terputus-putus)
sedangkan leading strange merupakan replikasi
yang discontinue (terputus-putus membentuk
sebuah fragmen.
 Setelah itu, datanglah enzim primase, enzim ini
berfungsi sebagai awalnya dimulai replikasi.
Yang memulai replikasi ini adalah DNA
polimerase. DNA polimerase ini akan
membentuk DNA baru (DNA anakan) yang
disebut dengan mRNA. Untuk leading strange,
terdapat fragmen okazaki. fragmen okazaki ini
kemudian disambung dengan menggunakan
enzim ligase.
Setelah terbentuk mRNA, maka protein yang
terdapat di pinggir DNA kemudian terlepas satu
persatu sehingga akan terpilin kembali.
• Mula-mula, DNA dibuka menjadi dua untai tunggal oleh
enzim helikase (9) dengan bantuan topoisomerase (11).
Untaian DNA tunggal dilekati oleh protein-protein
pengikat untaian tunggal (10) untuk mencegahnya
membentuk heliks ganda kembali. Primase (6)
membentuk oligonukleotida RNA yang disebut primer
(5) dan molekul DNA polimerase (3 & 8) melekat pada
seuntai tunggal DNA dan bergerak sepanjang untai
tersebut memperpanjang primer, membentuk untaian
tunggal DNA baru yang disebut leading strand (2) dan
lagging strand (1). DNA polimerase yang membentuk
lagging strand harus mensintesis segmen-segmen
polinukleotida diskontinu (disebut fragmen Okazaki (7).
Enzim DNA ligase (4) kemudian menyambungkan
potongan-potongan lagging strand tersebut.
2. Transkipsi
• Transkripsi adalah kemampuan DNA untuk mengkopi dirinya menghasilkan mRNA dengan
bantuan enzim RNA polimerase.
• Transkripsi berlangsung di dalam inti sel atau di dalam matriks mitokondria dan plastida.
• Tahap transkripsi:
 Inisiasi
Melekatnya RNA polimerase yang mengawali proses transkripsi disebut sebagai
promoter. Promoter menentukan untai heliks yang akan digunakan sebagai sense atau
cetakan dari kedua untai heliks yang ada. Inisiasi juga sering disebut dengan tahap
persiapan atau permulaan.
 Elongasi
Pilinan heliks ganda DNA terbuka secara berurutan saat RNA bergerak di sepanjang DNA
tersebut. Kemudian enzim RNA polimerase menambahkan nukleotida ke ujung 3' dari
molekul RNA yang sedang dibentuk di sepanjang heliks ganda DNA tersebut. Setelah
sintesis RNA berlangsung, heliks ganda DNA berpilin kembali dan molekul RNA baru
yang telah terbentuk di lepas dari cetakan DNA-nya.
 Terminasi
Urutan DNA yang berfungsi menghentikan proses tarnskripsi disebut terminator.
Penghentian proses transkripsi memiliki waktu yang berbeda-beda di setiap jenis sel.
Untuk sel prokariotik transkripsi berhenti saat RNA polimerase mencapai titik terminasi.
Sedangkan sel eukariotik, RNA polimerase tidak berhenti di titik terminasi, melainkan
terus melewatinya. Pada akhirnya RNA yang telah terbentuk di lepas dari enzim.
3. Translasi
• Adalah proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA ke dalam urutan asam
amino.
• Translasi terjadi di ribosom.
• Kodon pada mRNA akan berpasangan dengan antikodon yang ada pada tRNA.
• Tiga nukleotida di anti kodon tRNA saling berpasangan dengan tiga nukleotida
dalam kodon mRNA menjadi asam amino tertentu.
• Proses translasi terbagi dalam tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi (pemanjangan)
dan terminasi (penyelesaian).
• Translasi pada mRNA dimulai pada kodon pertama atau kodon inisiasi translasi
berupa ATG pada DNA atau AUG pada RNA.
• Penerjemahan terjadi dari urutan basa molekul mRNA ke dalam urutan asam
amino polipeptida yang banyaknya lebih dari satu kodon.
• Asam amino yang akan dirangkaikan dengan asam amino lainnya dibawa oleh
tRNA ke dalam kompleks mRNA-ribosom.
• Pada proses pemanjangan ribosom akan bergerak terus dari arah 5'3P ke arah
3'OH sepanjang mRNA sambil merangkaikan asam-asam amino. Proses
penyelesaian ditandai denga bertemunya ribosom dengan kodon akhir pada
mRNA.
LO 4: Memahami dan Menjelaskan Struktur
dan Komponen DNA dan RNA
• DNA terdiri dari dua rantai polinukleotida yang saling
berpilin. Satu polinukleotida tersusun atas rangkaian
nukleotida.
• Kedua rantai DNA tersebut mempunyai arah yang
berbeda. Satu rantai berjalan dari 5’ ke 3’, lainnya dari 3’
ke 5’. Keduanya disatukan sehingga membentuk rantai
ganda.
• RNA dibentuk oleh DNA melalui proses transkripsi.
• Setiap nukleotida tersusun atas:
a. Gugusan gula
• Yaitu gula dengan 5 karbon
• Pada DNA gula ini adalah deoksiribosa (gula
ribosa yg kehilangan 1 atom H).
• Pada RNA gula ini adalah ribosa.
b. Gugusan asam fosfat

• Fosfat ini menghubungkan gula pada satu


nukleotida ke fosfat pada nukleotida
berikutnya untuk membentuk polinukleotida
c. Gugusan basa nitrogen

• Basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari basa purin, yaitu


adenin (A) dan guanin (G), serta basa pirimidin, yaitu
sitosin/cytosine (C) dan timin (T).
• Basa A selalu berpasangan dgn T, sedangkan G berpasangan
dgn C.
• Basa nitrogen penyusun RNA terdiri dari basa purin, yaitu
adenin (A) dan guanin (G), serta basa pirimidin, yaitu
sitosin/cytosine (C) dan urasil (U).
• Basa A selalu berpasangan dengan U, sedangkan G
berpasangan dengan C.
Perpasangan basa