Você está na página 1de 19

Abortus

Fadhil Ilham Mustafa


1410211029
Pengertian
• Keguguran atau abortus adalah terhentinya proses
kehamilan yangsedang berlangsung sebelum mencapai
umur 28 minggu atau berat janin sekitar 500 gram
(Manuaba, 2007).
• Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin
mencapai berat 500 gram atau umur kehamilan kurang dari
22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk
hidup di luar kandungan (Sarwono, 2008).
• Abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara
apapun, spontan maupun buatan, sebelum janin mampu
bertahan hidup. Batasan ini berdasar umur kehamilan dan
berat badan. Dengan lain perkataan abortus adalah
terminasi kehamilan sebelum 20 minggu atau dengan berat
kurang dari 500 gr (Handono, 2009)
Epidemiologi
• Di Indonesia diperkirakan abortus spontan
terjadi sekitar 10-15% dari seluruh kehamilan.
Menurut data resmi WHO ( 1994 ) abortus
spontan dilaporkan terjadi pada 10% dari
seluruh kehamilan. Lebih dari 80% abortus
spontan terjadi pada kehamilan trimester
pertama dan angka kejadian ini akan sangat
menurun setelah itu
Etilogi
• Faktor Maternal
• Faktor Paternal
• Faktor Fetus
KLASIFIKASI
Abortus Spontan
• Abortus yang terjadi tanpa tindakan mekanis
atau medis untuk mengosongkan uterus,
maka abortus tersebut dinamai abortus
spontan. Kata lain yang luas digunakan adalah
keguguran (Miscarriage).
Abortus Provokatus
• Abortus terinduksi adalah terminasi kehamilan secara medis atau bedah
sebelum janin mampu hidup. Pada tahun 2000, total 857.475 abortus legal
dilaporkan ke Centers for Disease Control and Prevention (2003). Sekitar
20% dari para wanita ini berusia 19 tahun atau kurang, dan sebagian besar
berumur kurang dari 25 tahun, berkulit putih, dan belum menikah. Hampir
60% abortus terinduksi dilakukan sebelum usia gestasi 8 minggu, dan 88%
sebelum minggu ke 12 kehamilan (Centers for Disease Control and
Prevention, 2000).
• Manuaba (2007), menambahkan abortus buatan adalah tindakan abortus
yangsengaja dilakukan untuk menghilangkan kehamilan sebelum umur 28
minggu atau berat janin 500 gram.
• Dibagi menjadi:
– a) Abortus Therapeutic (Abortus medisinalis)
– b) Abortus Kriminalis Abortus.
– c) Unsafe Abortion
Stadium Klinis
• 1. Abortus imminens (Threatened Abortion) adalah peristiwa terjadinya
perdarahan dari uterus pada usia kehamilan sebelum 20 minggu, dimana
hasil konsepsi masih dalam uterus, hidup, tanpa adanya dilatasi serviks
dan kehamilan masih dapat dipertahankan.
• 2. Abortus insipiens (Inevitable Abortion) adalah peristiwa perdarahan
uterus pada usia kehamilan sebelum 20 minggu dimana kehamilan tidak
dapat dipertahankan lagi, dimana telah terjadi dilatasi serviks uteri namun
hasil konsepsi masih didalam uterus. Pengeluaran hasil konsepsi harus
segera dilakukan dengan dilatasi dan kuretase.
• 3. Abortus Inkomplitus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi dari
uterus pada usia kehamilan sebelum 20 minggu, dimana ada sisa jaringan
konsepsi (plasenta) yang tertinggal didalam uterus, mengakibatkan
kontraksi uterus disertai rasa nyeri dan perdarahan uterus. Pengeluaran
sisa hasil konsepsi harus segera dilakukan dengan dilatasi dan kuretase.
• 4. Abortus komplitus adalah pengeluaran seluruh hasil konsepsi dari
uterus, pada usia kehamilan sebelum 20 minggu.
Diagnosis
• Menurut WHO (1994), setiap wanita pada usia
reproduktif yang mengalami dua daripada tiga
gejala seperti di bawah harus dipikirkan
kemungkinan terjadinya abortus:
– i. Perdarahan pada vagina.
– ii. Nyeri pada abdomen bawah.
– iii. Riwayat amenorea.
Komplikasi
• Perdarahan
• Perforasi
• Infeksi
• Syok
ASPEK HUKUM ABORTUS
Terhadap Wanita yang Menggugurkan
Kandungan
• KUHP Pasal 341
• KUHP Pasal 342
• KUHP Pasal 343
• KUHP Pasal 346
Dokter yang Terlibat Menggugurkan
Kandungan
• KUHP Pasal 299
• KUHP Pasal 347
• KUHP Pasal 348
• KUHP Pasal 349
Kesimpulan
• Seorang wanita hamil yg sengaja melakukan abortus atau ia
menyuruh orang lain, diancam hukuman 4 tahun penjara
• Seseorang yg sengaja melakukan abortus terhadap ibu
hamil, dengan tanpa persetujuan ibu hamil, diancam
hukuman 12 tahun penjara, dan jika ibu hamil tersebut
mati, diancam 15 tahun penjara
• Jika dengan persetujuan ibu hami, maka diancam hukuman
5,5 tahun penjara dan bila ibu hamilnya mati diancam
hukuman 7 tahun penjara
• Jika yang melakukan dan membantu melakukan abortus
tersebut seorang dokter, bidan atau juru obat dan tenaga
kesehatan lainnya, ancaman hukumannya ditambah
sepertiganya dan izin praktek dicabut
Temuan VeR pada Abortus
• Px Fisik dan Ginekologis

• Perdarahan pervaginam
• Bau busuk dari vulva
• Ostium uteri terbuka/tertutup
• Jaringan dari ostium uteri
• Porsio terbuka atau tidak
• Besar uteri
• komplikasi
CONTOH VER ABORTUS
• Batam, 22 April 2015
• VISUM ET REPERTUM

• Nomor : 140 / 075 / IF / RSUD-EF
• Lampiran : --
• Hal : Hasil VeR a/n Novila susiana.

• PRO JUSTISIA

• PENDAHULUAN
• Kami yang bertandatangan di bawah ini yaitu dr.Reinhard JD.Hutahaean,SH.,SpF, NIP: 19760902 200502 1 002, selaku koordinator
pelayanan VeR / Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM), serta dr. Christiawaty, NIP: 19761129 200604 2 008,
selaku dokter pemeriksa pada Instalasi Gawat Darurat (IGD), keduanya pada RSUD Embung Fatimah kota Batam, yang berdasarkan surat
permintaan Visum et Repertum (VeR) dari Polisi Sektor Sagulung - Resort Kota Barelang, Nomor: R / 19 / IV / 2015 / Reskrim, tertanggal
20 April 2015, yang ditandatangani oleh Ka.SPK III, Brigadir Jusni Amri, NRP: 87070705, atas nama Kapolsek Sagulung, telah memeriksa
seorang korban dengan nomor rekam medik 123094, masuk IGD pada hari Senin, tanggal 20 April 2015, pukul 15.26 wib, atas nama
Novila susiana, jenis kelamin perempuan, tempat lahir Ambon, tanggal lahir 01 Oktober 1991, kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam,
pekerjaan wiraswasta dan alamat Kavling Nato Blok A / 12, Kota Batam, dengan keterangan bahwa orang tersebut diduga korban
tindakan abortus yang terjadi pada Senin, 20 April 2015, sekira pukul 14.00 wib di Kav.Suka Jadi, Kec.Sagulung, Kota Batam.

• PEMERIKSAAN
• Pemeriksaan Umum :
• Korban datang dengan Penurunan kesadaran, keadaan umum sakit berat. Hasil pemeriksaan fisik dijumpai tekanan darah 90/40 mmHg,
frekuensi nadi 120 kali permenit, frekuensi pernafasan 30 kali permenit dan suhu tubuh 37,6 derajat celcius. Korban mengaku nyeri pada
bagian perut seperti diremas-remas setelah diberi suntikan oleh bidan.
• Pemeriksaan Luka :
• Kepala :
• Tidak dijumpai adanya luka-luka pada daerah kepala.
• Dada :
• Tidak dijumpai adanya luka-luka pada daerah kepala.
• Perut :
• Perut bagian bawah tampak seperti bekas tusukan jarum
• Kemaluan :
• Dijumpai luka lecet bagian luar kemaluan pada arah jam 3dan 9.
• Dijumpai robekan pada selaput dara pada jam 3 dan 9 akibat trauma tumpul
• Dijumpai gumpalan daging didalam rahim wanita
• Terdapat perdarahan pada kemaluan
• KESIMPULAN
• Telah diperiksa seorang korban perempuan, berusia 23 tahun yang datang dengan keadaan
penurunan kesadaran. Dari hasil pemeriksaan luar disimpulkan bahwa pada korban dijumpai
adanya luka lecet pada vagina dan robekan pada selaput dara yang keseluruhannya
disebabkan kekerasan (trauma) tumpul. Luka mengakibatkan bahaya maut dan diharapkan
dapat sembuh sempurna. Luka mengakibatkan terganggunya korban dalam melakukan
aktivitas maupun pekerjaan sehari-hari.

• PENUTUP
• Demikianlah visum et repertum ini kami perbuat dengan keilmuan yang sebaik-baiknya atas
sumpah dan jabatan kami sebagai dokter, berdasarkan KUHAP pasal 133 serta lembaran
negara nomor 350 tahun 1937, untuk kiranya dapat dipergunakan bila mana diperlukan.

• Mengetahui, Dokter Pemeriksa,
• Dokter Koordinator VeR/ Ka. lKFM Dokter IGD



• dr.Reinhard JD., SH, SpF dr. Christiawaty
NIP: 19760902 200502 1 002 NIP: 19761129 200604 2 008
TERIMA KASIH