Você está na página 1de 18

Pembekalan Praktek Klinik Prodi Sarjana Terapan Gizi

Tahun Akademik 2018-2019

“ Manajemen Asuhan Gizi Klinik



Pada Pasien Kritis/Intensive Care

Dwipajati, SST, M.Gz


JURUSAN GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI
MALANG
2018
ISI
01 Review
Pelayanan Gizi 02 Review
Rumah Sakit Proses Asuhan Gizi
03 Asuhan Gizi Pd Px
(Depkes, 2006) Terstandar Critical Ill
(Kemenkes, 2014) ADIME
(Assessment,
Diagnosis, Intervention,
Monitoring and
Evaluation)
(Mahan&Janice, 2017

“ Tantangan merupakan hal yang membuat hidup menarik. Mengatasi tantangan, membuat hidup lebih bermakna” Joshua J Marie
Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS)

Masalah Gizi di Rumah Sakit


Kondisi perorangan baik langsung maupun tidak – Malnutrisi
proses penyembuhan.
Sering terjadi pada px. rawat inap sehingga
Kelompok Rentan menghambat proses penyembuhan

Ibu hamil, bayi,


Add anak, remaja, lansia.
Contents Title Skrining
proses identifikasi tanda atau gejala yang mengarah
Pelayanan Gizi Bermutu pada resiko malnutrisi
Mencapai atau mempertahankan
Add st.gz
Contents Title Proses Asuhan Gizi Terstandar
optimal dan mempercepat penyembuhan
Konsep berpikir kritis, bahasa standar,
dokumentasi, tim

Kemenkes, 2013
Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)

Kemenkes, 2014
Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)

Kemenkes, 2014
ASUHAN GIZI PADA PX. CRITICAL IIL
(RUANG INTENSIVE CARE UNIT / ICU)
PENGKAJIAN GIZI (NUTRITION ASSSESSMENT)
Critical Care
1. Penanganan medis secara kompleks pada org. yg
sakit atau terluka parah.
2. Keputusan, membantu sistem organ vital
(s.saraf pusat, s.sirkulasi, s.ginjal&jantung, s.
metabolik&pernafasan, shok).

1 2 3
Kesulitan Perubahan Px. dg. sepsis,
mengakses metabolisme, trauma, luka bakar,
makanan dan zat waktu mulainya asma, COPD,
gizi luka-proses ARDS, respiratory
(monitor, pipa, penyembuhan- distress syndrome
kateter, dan infus) pemulihan

Mahan & Janice, 2014


PENGKAJIAN GIZI (NUTRITION ASSSESSMENT)

FH AD BD PD CH
Riwayat Makan: Antropometri: Biokimia: Fisik/ Klinis: Ri. personal:
1. Sekarang BB 1. Status gizi 1. Kesadaran 1. Sosek
(EN &/ PN) TB (albumin, dll) 2. Edema 2. Ri.Peny.Kelu
2. Dahulu LILA 2. Anemia (Hb, 3. Nadi arga
3. AF (Lat.Fsk) TL hematokrit, 4. RR 3. Ri. Peny.Dhl
BBK-jk.edema MCH, MCH 5. Suhu 4. Dll.
C, MCV, dll) 6. TD
3. Ginjal&Elekt. 7. Penunjang
(Na, K, dll)
4. Hati (SGPT,
SGOT, dll)
5. dll
DIAGNOSA GIZI (NUTRITION DIAGNOSIS)
The metabolic response to injury Perubahan Fisiologis Saat Katabolisme

↑ Glikogenolisis
The ebb or early shock
phase of decreased me ↑ Glukoneogenesis
tabolism (24-48 hours) Metabolisme KH.
Resistensi insulin (jr)

Hiperglikemia

The flow or catabolic phase ↑ Lipolisis


(2-7 days)
Metabolisme Lmk. FFA-subs.E (kec.otak)

Gliserol-glukosa (hati)

↑ Pemecahan otot
The convalescent or anabolic
Metabolisme P AA-glukosa (hati)
phase when resynthesis of
lost tissue can take place Keseimbangan N (-)
(3-8 days)
Sobotka & Peter, 2008; Simsek et al, 2014; Mahan & Janice, 2014
Kriteria Malnutrisi Pada Kondisi Akut & Luka
• Asupan E: <75% estimasi Keb.E utk ≥ 5 hari
• Pe↓ BB (1-2% diatas 1 mg; 5% diatas 1 bln; 7.5% diatas 3 bln)
• Kehilangan lemak tubuh (ringan)
• Kehilangan massa otot (ringan)
• Edema (ringan)
Malnutrisi • Kekuatan menggenggam ≠
Sedang

• Asupan E: ≤ 50% estimasi Keb.E utk ≥ 5 hari Malnutrisi


• Pe↓ BB (> 2% diatas 1 mg; >5% diatas 1 bln; >7.5% diatas 3 bln) Berat
• Kehilangan lemak tubuh (sedang)
• Kehilangan massa otot (sedang)
• Edema (sedang-berat)
• Kekuatan menggenggam ↓
Mahan & Janice, 2014
INTERVENSI GIZI (NUTRITION INTERVENTION)

Meminimalisir proses katabolisme.


1
• Penuhi kebutuhan E tetapi
• Terapi Fisik ≠ >> (indirect calorimetry, non-
• Latihan Fisik obese 25-30 kkal/kgBB/hr;
5 2 obese 14-18 kkal/kgBBA/hr
• P 1.2-2 g/kgBBA/hr atau 1.2-
2.5 g/kgBBA/hr)
+ Pharmaconutrients • ↑ vit. B (Tiamin&Niasin), K, Mg,
Fosfor, Zn
(immune-enhancing diets)
• Arginin • Menjaga keseimbangan
• Omega-3 4 3 cairan dan elektrolit
• Glutamin • Bentuk terapi diet (oral, EN,
• Nukleotida &/ PN).
• Selenium ??
Mahan & Janice, 2014
INTERVENSI GIZI (NUTRITION INTERVENTION)
RUMUS PERHITUNGAN KEBUTUHAN ENERGI BASAL (Dewasa)

Ndahimana&E-K Kim, 2018


ENTERAL OR PARENTERAL??

Enteral Feeding (McClave et al., 20 Parenteral Feeding:


16):  when full enteral nutrition support
 24-48 hours is not possible or fails to reach
 EN (+): mempertahankan fungsi caloric targets (Bost et al., 2014)
usus, memodulasi stres dan resp  > 7 days in ICU (Ridley et al., 201
on imun sistemik,&me↓ tk. kepar 8)
ahan penyakit.
 10–20 mL/h or 10–20 kcal/h (me
ncegah atropi sal.cerna&menjad
a fungsi usus)
ENTERAL
PARENTERAL
NUTRITION MONITORING & EVALUATION

Sign/ Symptom
01 Check in Nutrition Assessment Data

Nutrition Intervention
02 Diet Therapy (EN and or PN)

Re-Assessment
03 Do it again to determine the new nutrition
intervention

Documentation and Colaboration


04 Documented the process and coordinating the
therapy with team
REFERENSI
1. Kemenkes RI, 2013. Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
2. Kemenkes RI, 2014. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
3. Mahan L.K & Janice L.R. 2017. Krause’s Food & The Nutrition Care Process. St. Louis, Missouri: Els
evier
4. Sobotka L.& Pete B.S. 2008. Basics in clinical nutrition: Metabolic response to injury and sepsis. e-J
ournal of Clinical Nutrition and Metabolism 4 (2009) e1–e3
5. Simsek T., Simsek H.U., Canturk N.Z., 2014. Response to trauma and metabolic changes: posttrau
matic metabolism. Ulusal Cer Derg 2014; 30: 153-9
6. Ndahimana D. & Kim E-K., 2018. Energy Requirements in Critically Ill Patients. Clin Nutr Res. 2018
Apr;7(2):81-90
7. McClave S.A et al., 2016. Guidelines for the Provision and Assessment of NutritionSupport Therapy i
n the Adult Critically Ill Patient: Society of Critical Care Medicine (SCCM) and American Society for P
arenteral and Enteral Nutrition (A.S.P.E.N.). Journal of Parenteral and Enteral Nutrition Volume 40 N
umber 2: 159–211
8. Bost et al., 2014. Timing of (supplemental) parenteral nutrition in critically ill patients: a systematic re
view. Annals of Intensive Care 4:31
9. Ridley et al., 2018. Supplemental parenteral nutrition versus usual care in critically ill adults: a pilot r
andomized controlled study. Critical Care 22:12