Você está na página 1de 33

Estimasi critical properties (Tc, Pc dan Vc)

sistem senyawa hidrokarbon alkana,


hidrokarbon aromatik, dan haloalkana

Haqqyana/02211850010002
Renova Panjaitan/02211850010008
Elva Febriyanti/02211850010013
Pendahuluan
Tujuan
1. Mengetahui dan mempelajari cara mengestimasi critical properties (Tc, Pc dan
Vc) dari beberapa kelompok senyawa dengan beberapa metode.
2. Membandingkan hasil estimasi critical properties dengan data eksperimen.
3. Membandingkan hasil estimasi critical properties antar metode.
4. Mengetahui metode yang terbaik untuk estimasi critical properties kelompok
senyawa hidrokarbon alkana, hidrokarbon aromatik, dan haloalkana
Batasan Masalah
Kelompok senyawa yang diestimasi adalah hidrokarbon alkana, hidrokarbon aromatik, dan haloalkana.

Metode yang digunakan adalah metode Joback, Constantinous & Gani, Wilson & Jasperson, dan
Marrero & Pardillo.

Data critical properties eksperimen yang dijadikan acuan dalam perhitungan estimasi diperoleh dari
Appendix A. Property Data Bank (Poling, 5th Ed.).

Tb yang digunakan dalam perhitungan estimasi critical properties dengan metode Wilson & Jasperson
adalah Tb eksperimen yang didapatkan dari Appendix A. Property Data Bank (Poling, 5th Ed.).
Landasan Teori
3 sistem senyawa;

1. Hidrokarbon alkana (saturated hydrocarbon) Dari Apendiks A (Poling, 5th Ed.)


No Senyawa Tb ( K ) Tc ( K ) Pc ( bar )
Vc ( cm3 mol-
Hidrokarbon yang paling sederhana, dalam bentuk 1
)

rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon ini 1 C5H12 2-methylbutana 300,99 460,39 33,81 308,3
seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat 2 C5H12 pentana 309,22 469,7 33,7 311
2,3-
dengan hidrogen. Rumus umum untuk
3 C6H14 dimethylbutana 331,12 499,9 31,3 357,6
hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2. 2,4-
4 C7H16 dimethylpentana 353,62 519,7 27,4 417,5
2,2,3-
5 C7H16 trimethylbutana 449,81 631,9 31,5 435
6 C8H18 3-methylheptana 392,08 563,6 25,5 471,1
7 C9H20 nonana 423,97 594,6 22,9 555
2,2-
8 C9H20 dimethylheptana 405,97 577,8 23,5 525
Landasan Teori
3 sistem senyawa;

Dari Apendiks A (Poling, 5th Ed.)


2. Hidrokarbon aromatik (unsaturated No Senyawa Vc ( cm3
Tb ( K ) Tc ( K ) Pc ( bar )
hydrocarbon ring structures) mol-1)
9 C6H6 Benzene 353,24 562,5 48,95 256
hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan 10 C8H10 Ethylbenzene 409,36 617,15 36,09 374
konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan 11 C9H12 Propylbenzene 432,35 638,35 32 440
rangkap yang berselang-seling.
12 C10H14 1,4 diethylbenzene
456,9 657,9 28,03 480,5
13 C10H8 Naphthalene 491,16 748,4 40,5 407

14 C11H10 2-methylnaphtalene
514,2 761 35,4 462

1,6-
15 C12H12
dimethylnaphthalene
539,5 784 31 517
Landasan Teori
3 sistem senyawa;

3. Haloalkana
Dari Apendiks A (Poling, 5th Ed.)
turunan dari alkana yang No Senyawa Tb ( K ) Tc ( K ) Pc ( bar )
Vc ( cm3
mengandung satu atau lebih mol-1)
halogen 16 CH3Cl Chloromethane 248,95 416,2 66,8 143
17 C2H4Br2 Bromomethane 404,5 582,9 71,5 261,7
18 CH3F Fluoromethane 194,88 315 55,48 113,3
19 CH2Cl2 Dichloromethane 312,79 510 61 -
20 CHCl3 Tricchloromethane 334,33 536,5 55 240
Landasan Teori
Metode Estimasi;
1. JOBACK
Berdasarkan functional group contribution

*The group identities and Joback’s values for contributions to the critical properties are in Table C-
Landasan Teori
Metode Estimasi;
2. Constantinous & Gani
group contribution method based on UNIFAC groups.

the Second Order partially overcomes the limitation of UNIFAC which cannot distinguish special configurations such as isomers, multiple
groups located close together, resonance structures, etc., at the ‘‘First Order.’’
Landasan Teori
Metode Estimasi;
3. Wilson & Jasperson
The Zero Order method -> factor analysis with boiling point, liquid density and molecular weight
as the descriptors (iterative, less accurate)
the First Order -> the method uses atomic contributions along with boiling point and number of
rings
the Second Order method -> group contributions
Landasan Teori
Metode Estimasi;
4. Marrero & Pardillo
group interaction contribution technique (bond contribution method)
Perbandingan Nilai Critical
Properties Estimasi dengan
Eksperimen
Metode Joback
Kurva Tb estimasi vs Tb eksperimen

• Pada metode joback ini nilai


Tb estimasi pada senyawa 1,6-
dimethylnaphthalene lebih
tinggi. kemudian pada senyawa
2,2-dimethylheptana dan
Bromomethane memiliki nilai
PC estimasi yang hampir sama .
• pada kurva nilai Tb estimasi
senyawa 3-methylheptana
dengan 2,2-dimethylheptana
garis kurva yang hampir
sejajar.
• senyawa dengan cabang
hidrokarbon > 1 memiliki nilai
Tb estimasi lebih tinggi.
• sehingga keakurasian nilai Tb
pada metode joback pada
senyawa aromatik dan alkil
cukup baik.
Kurva Tc estimasi vs Tc eksperimen

• Pada metode joback ini nilai 900


800
Tb estimasi pada senyawa 1,6- 700

dimethylnaphthalene dan 2- 600


500

Tc (K)
methylnaphtalene lebih tinggi. 400
•senyawa dengan gugus alkil 300
200
lebih banyak memiiki nilai Tc 100
estimasi yang lebih tinggi 0

• pada Kurva nilai Tc estimasi


memiliki kesamaan bentuk Senyawa
kurva dengan nilai Tb estimasi.
Tc Estimasi Tc Eksperimen
• akurasi untuk nilai Tc estimasi
metode joback cukup baik.
Kurva Pc estimasi vs Pc eksperimen

• Pada metode joback ini nilai 80


Tb estimasi pada senyawa 3- 70
60
methylheptana lebih tinggi pada
50

Pc (bar)
kurva. sedangkn pada senyawa 40
bromomethane dan c 30
20
lorometane memiliki nilai 10
eksperimen yang lebih tinggi 0

•.
• akurasi untuk nilai Tc estimasi Senyawa
metode joback cukup baik.
Pc Estimasi Pc Eksperimen
Kurva Vc estimasi vs Vc eksperimen

700
• Pada metode joback ini nilai 600
Tb estimasi pada senyawa 1,6- 500

Vc (cm3/mol)
dimethylnaphthalene lebih 400
300
tinggi.
200
•senyawa dengan gugus alkil 100
lebih banyak memiiki nilai Tc 0
estimasi yang lebih tinggi

. Senyawa
• akurasi untuk nilai Tc estimasi
Vc Estimasi Vc Eksperimen
metode joback cukup baik.
Metode Constantinou &
Gani
Constantinou & Gani: Estimasi nilai Tb
Metode Constantinou & Gani: Estimasi Tb
 Pendekatan nilai Tb pada senyawa
600
hidrokarbon alkane yang dipilih
cukup akurat (eror <5%) kecuali
500 untuk senyawa 2,2,3-
trimethylbutana yang memiliki eror
400
perhitungan cukup besar yaitu
23,9%.
 Eror yang dihasilkan dipengaruhi
oleh jumlah cabang senyawa
Tb (K)

300
Cal: first order
Cal: second order tersebut, semakin banyak cabang
200
Exp maka eror yang dihasilkan semakin
besar.
100

Nama Senyawa
Constantinou & Gani: Estimasi nilai Tc
Metode Constantinou & Gani: Estimasi Tc  Pendekatan nilai Tc berdasarkan metode
900 Constantaniou dan Gani untuk senyawa
800
hidrokarbon alkane cukup akurat (<5%),
namun eror yang dihasilkan akan
700 meningkat oleh karena adanya cabang
Cal: first order pada senyawa. Diantara senyawa
600
Cal: second order hidrokarbon alkane yang dipilih, eror
Exp
500 terbesar terdapat pada estimasi nilai Tc
Tb (K)

senyawa 2,2,3-trimethylbutana (18,3%).


400

300
 Pendekatan Tc untuk senyawa
hidrokarbon aromatic cukup akurat (eror
200 <5%).
100
 Pendekatan Tc golongan senyawa
0 haloalkana memiliki eror 31,8 % untuk
senyawa CH3F.

Nama Senyawa
Constantinou & Gani: Estimasi nilai Pc
Metode Constantinou & Gani: Estimasi Pc
80
Cal: first order Cal: second order Exp  Estimasi nilai Pc senyawa golongan
70 hidrokarbon alkane, hidrokarbon aromatic
dan haloalkana menggunakan Constantaniou
60 dan Gani cukup akurat.
 Perkiraan nilai Pc dengan eror paling kecil
50 adalah pada senyawa 3-methylheptana (eror
= 0%).
Pc (bar)

40
 Nilai eror terbesar pada senyawa yang dipilih
adalah pada estimasi nilai Pc senyawa 2,2,3-
30
trimethylbutana (eror = 8,3 %).
20

10

Nama Senyawa
Constantinou & Gani: Estimasi nilai Vc
Metode Constantinou & Gani: Estimasi Vc
600  Pada senyawa hidrokarbon alkane
estimasi nilai Vc sangat akurat karena
500 untuk senyawa yang dipilih eror
pendekatan cukup kecil ( eror rata-
rata <5%). Demikian halnya untuk
400
senyawa hidrokarbon aromatic dan
haloalkana.
Vc

300  Eror estimasi Vc terbesar adalah


Cal: first order
Cal: second order
pada senyawa 2,2,3-trimethylbutana
Exp (eror = 7,6%) sedangkan eror paling
200
kecil adalah pada estimasi nilai Vc
senyawa 2-methylbutana (eror = 0,1
100 %)

Nama Senyawa
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa,

 Metode constantaniou dan gani sangat akurat untuk


memprediksi nilai pc suatu senyawa diikuti dengan estimasi
nilai Vc.
 Estimasi nilai Tb dan Tc pada beberapa senyawa menghasilkan
eror yang cukup besar.
 Dalam hal ini eror paling besar yang dihasilkan adalah 23,9%
pada estimasi nilai Tb senyawa 2,2,3-trimethylbutana .
Metode Wilson &
Jasperson
Wilson & Jasperson : Estimasi nilai Tc
Estimasi Tc untuk 19 senyawa dari total
20 senyawa menunjukkan eror < 5% (1st
order).
Eror paling besar terjadi pada estimasi
nilai Tc untuk senyawa bromometana
(haloalkana) dg AAE = 9,67% (1st order).
2nd order estimation untuk 5 senyawa
haloalkana yang diestimasi, secara umum
menunjukkan peningkatan akurasi pada
hasil estimasi Tc dibandingkan dengan 1st
order estimation.
Wilson & Jasperson : Estimasi nilai Pc (1st
order)
Estimasi Pc untuk 16 senyawa dari total
20 senyawa menunjukkan rerata nilai
eror <5%.
Jumlah senyawa dengan nilai 5%< AAE <
10% sebanyak 2: 2,3-dimethylbutana dan
2,2,3-trimethylbutana.
Jumlah senyawa dengan nilai AAE > 10%
sebanyak 2: 1,2- dibromomethane dan
fluoromethane.
Metode Marrero &
Pardillo
Marrero & Pardillo : Estimasi nilai Tb
% eror terbesar (>5%) diperoleh pada nilai
estimasi Tb untuk senyawa 2,4 -
dimethylpentana (21,31 %) dan 2,3
dimethylbutana (8,40%)
Rantai C karbon pendek dengan cabang
banyak dan berdekatan (>2) menunjukkan
akurasi estimasi Tb yang rendah
Marrero & Pardillo : Estimasi nilai Tc
% eror terbesar (>5%) diperoleh pada nilai
estimasi Tc untuk senyawa 2,4-
dimethylpentana (17,56%); 2,3-
dimethylbutana (8,31%) dan 1,2-
dibromomethane (6,61 %).
Rantai C karbon pendek dengan cabang
banyak dan berdekatan (>2) menunjukkan
akurasi estimasi Tc yang rendah
Marrero & Pardillo : Estimasi nilai Pc
Terdapat 4 senyawa dengan nilai % eror
besar (>5%): 2,4-dimethylpentana, 3
methylheptana, nonana, dan 1,2 –
dibromometana.
Keakurasian nilai estimasi Pc pada senyawa
rantai karbon panjang dengan rantai
alkil/alkil halida menunjukkan nilai yang
rendah.
Marrero & Pardillo : Estimasi nilai Vc
Terdapat 4 senyawa dengan nilai % eror
besar (>5%): 2,4-dimethylpentana, 3
methylheptana, 1,4-diethylbenzene,
dan 1,2 –dibromometana.
Perbandingan Hasil
Estimasi antar Metode
BERDASARKAN PERHITUNGAN % EROR TIAP -TIAP CRITICAL
PROPERTIES SENYAWA DAN A%E MASING -MASING METODE
A%E untuk tiap parameter berdasarkan
masing-masing metode
A%E per
Method/ Tb Tc Pc Vc
Parameter
1st order estimation
J 8,20 8,80 16,97 4,18
C&G 4,57 4,08 2,56 2,60
W&J - 1,50 4,75 -
M&G 2,67 2,62 2,46 1,42
2nd order estimation
W&J 2,87