Você está na página 1de 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

KLIEN AN.B DENGAN


KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN
JALANNAFAS AKIBAT
BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG
ANAK KELAS 3
RUMAH SAKIT UMUM PAKUWON
PADA TANGGAL 29 FEBRUARI-04
MARET 2016
Oleh: Sinta Devy Ariantanti
PENGERTIAN
Bronchopneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut
bagian bawah yang mengenai parenkim paru.
Bronchopneumonia adalah radang paru -paru yang mengenai
satu atau beberapa lobus paru -paru yang ditandai dengan
adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong, 1996).
Bronchopneumina adalah frekuensi komplikasi pulmonary,
batuk produktif yang lama,tanda dan gejalanya biasanya suhu
meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne
G. Bare, 1993).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat
disimpulkan bahwa Bronkopneumonia adalah radang paru -paru
yang mengenai satu atau beberapa lobus paru -paru yang
ditandai dengan adanya bercak -bercak infiltrat yang
disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing.
PATOFISIOLOGI

Proses terjadinya bronkopneumonia dimulai dari berhasilnya


kuman pathogen masuk ke cairan mukus dalam jalan nafas.
Kuman tersebut berkembang biak di saluran nafas atau sampai
di paru-paru. Bila mekanisme pertahanan seperti sistem
transport mukosilia tidak adekuat, maka kuman berkembang
biak secara cepat sehingga terjadi peradangan di saluran nafas
atas, sebagai respon peradangan akan terjadi hipersekresi
mukus dan merangsang batuk. Mikroorganisme berpindah
karena adanya gaya tarik bumi dan alveoli menebal. Pengisian
cairan alveoli akan melindungi mikroorganisme dari fagosit dan
membantu penyebaran organisme ke alveoli lain. Keadaan ini
menyebabkan infeksi meluas, aliran darah di paru sebagian
meningkat yang diikuti peradangan vaskular dan penurunan
darah kapiler
ETIOLOGI

Timbulnya bronkopneumonia adalah bakteri, virus,


mikroplasma, jamur dan protozoa. Bronkopneumonia juga dapat
berasal dari aspirasi makanan, cairan, muntah atau inhalasi
kimia, merokok dan gas.
TANDA DAN GEJALA

Bronkopneumonia biasanya di dahului oleh :


 Infeksi saluraran nafas bagian atas selama beberapa hari.
 Suhu biasa nya mencapai 39-40°c.
 Anak sangat gelisah, dispea, pernafasan cepat dan dangkal
disertai dengan pernafasan cuping hidung dan sianosis di
sekitar hidung dan mulut.
 Batuk biasa nya tidak di jumpai di awal penyakit, anak akan
mendapatkan batuk setelah beberapa hari, dimna pada
awlanya berupa batuk kering kemudian menjadi batuk
produktif.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

 Foto polos : digunakan untuk melihat adanya infeksi di paru dan status
pulmoner
 Nilai analisa gas darah: untuk mengetahui status kardiopulmoner yang
berhubungan dengan oksigenasi
 Hitung darah lengkap dan hitung jenis: digunakan untuk menetapkan adanya
anemia, infeksi dan proses inflamasi
 Pewarnaan gram: untuk seleksi awal anti mikroba
 Tes kulit untuk tuberkulin: untuk mengesampingkan kemungkinan terjadi
tuberkulosis jika anak tidak berespon terhadap pengobatan
 Jumlah lekosit: terjadi lekositosis pada pneumonia bacterial. Menurut
Ngastiyah; 1997; 41, pemeriksaan laborat didapatkan leukosit meningkat
mencapai 15.00-40.000/cm3, urine biasanya lebih tua dan terdapat
albuminuria ringan dan pada analisa gas darah tepi menunjukkan asidosis
metabolic dengan atau beberapa lobus
PENATALAKSANAAN MEDIS

 Pemberian oksigen 1-2 liter/menit, diberikan bila terdapat


tanda hipoksemia seperti : gelisah dan cyanosis.
 Cairan intravena (NFD), biasanya diperlukan campuran
dektrose 10% : NaCl 0,9% = 3:1 + KCL 10Meq/500 ml cairan
 Jika sesak terlalu hebat ,bisa di berikan makanan enteral
bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip.
 Steroid
 Bronkodilator (ventolin) diberikan pada kondisi sekret yang
kental.
ASUHAN KEPERAWATAN

 Askep An.B PP.docx