Você está na página 1de 19

PROPOSAL

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN


DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS
TAMBAKREJO SURABAYA

Oleh :
MUHAMMAD TAUFIK R
NIM : 20171660112

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
MASALAH Prevalensi kejadian diabetes melitus
di dunia setiap tahunnya mengalami
peningkatan ditunjukkan pada tahun
DM tipe 2 merupakan tipe terbanyak 1980 dengan jumlah penderita 108
di seluruh dunia. juta jiwa dan pada tahun 2014
jumlah penderita menjadi 422 juta
DM tipe 2 merupakan penyakit kronik jiwa (WHO, 2014).
yang tidak dapat disembuhkan

ADANYA Ketidakpatuhan pasien dalam


menjalani terapi diet
tingkat ketidakpatuhan terhadap diet
dan rekomendasi olahraga masih
setinggi 70% (Rowley, 1999 dalam
Muhabuura, 2014)
Pencegahan komplikasi dan keparahan yang
terjadi dari penyakit DM dapat dilakukan dengan 4
pilar utama yaitu obat (terapi farmakologi), latihan
jasmani yang teratur, perencanaan makanan dan
edukasi (Perkeni, 2015). Namun dalam beberapa
kasus ada penderita diabetes mellitus yang tidak
patuh dalam pengobatan, penyebab terjadinya
ketidakpatuhan penderita berbeda-beda. Faktor-
faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan penderita
diabetes mellitus diantaranya yaitu faktor
predisposisi, pemungkin dan faktor penguat.
Dampak ketidakpatuhan diit pada pasien DM
Tipe 2 yaitu kadar gula darah tidak terkontrol. Salah
satu dampak gula darah tidak terkontrol yaitu terjadi
hiperglikemik maka efek yang akan muncul yaitu
kelelahan tiba-tiba, merasa sering haus, pandangan
kabur, kehilangan berat badan dengan cepat, sering
berkemih, pucat, bahkan mual dan muntah
Oleh karena itu sebelum berkembang menjadi
parah harus diberikan penatalaksanaan yang tepat.
The American Diabetes Association (ADA)
merekomendasikan untuk mencapai kadar glukosa
dara yang terkontrol melalui monitoring asupan
karbohidrat (ADA, 2008 dalam Nugroho (2017) Diet
merupakan salah satu cara dalam pengontrolan
glukosa darah pada pasien dengan diabetes,
2. Rumusan Masalah
Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet
pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Tambakrejo
Surabaya?”

3. Tujuan Penelitian

Untuk Menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi


kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas
Tambakrejo Surabaya
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Diabetes Mellitus


Konsep Kepatuhan
BAB 3
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain penelitian deskriptif, adalah suatu metode penelitian
yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran
tentang suatu keadaan secara obyektif (Setiadi, 2012). Dalam
penelitian ini digambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi
kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Populasi, Sampel dan Sampling
Populasi
Menurut Sugiono (2013) populasi merupakan seluruh subjek
atau objek dengan karakteristik tertentu yang akan di teliti,
bukan hanya objek atau subjek yang di pelajari saja tetapi
seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subjek atau objek
tertentu. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh pasien
DM Tipe 2 yang berobat di Puskesmas Tambakrejo Surabaya.
– Sampel
– Teknik sampling dalam penelitian ini adalah
Consecutive sampling. purposive sampling dengan
jumlah sampel 40 responden selama 3 minggu
penelitian.
Instrumen penelitian
• Data penelitian terdiri dari 3 bagian
• 1. kuesioner pengetahuan
• 2. Kuesioner keikutsertaan penyuluhan gizi
• 3. Kuesioner dukungan keluarga
Bab 4

• dari 40 responden sebagian besar usia responden 57-


60 tahun yaitu sebanyak 12 orang (30%), dan sebagian
kecil berumur 40-44 tahun sebanyak 3 orang (7,5%).
Pembahasan
Identifikasi Faktor Predisposisi (Pengetahuan diet) Kepatuhan Penderita Diebetes
Mellitus Di Puskesmas Tambakrejo Surabaya.

Bedasarkan tabel 4.3 hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa dari 40


responden sebagian besar responden pengetahuan cukup.

Notoatmodjo mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan domain yang


sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang.

Penelitian ini sejalan dengan Senuk, Supit & Onibala (2013) menunjukkan bahwa
semakin baik tingkat pengetahuan seseorang terhadap diet diabetes mellitus maka
subjek penelitian semakin menjadi patuh. Menurut Notoatmodjo (2010) dalam Essy
(2013) bahwa perilaku baru seseorang terutama pada usia dewasa hasil penelitian
dapat dijelaskan bahwa dari 40 responden sebagian besar usia responden 57-60 tahun.
Mengidentifikasi Faktor Pemungkin (Keikutsertaan dalam penyuluhan
gizi) Penderita Diebetes Mellitus Di Puskesmas Tambakrejo Surabaya.

• Berdasarkan tabel 4.4hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa dari


40 responden sebagian besar tidak pernah ikut penyuluhan.
• Penyuluhan gizi merupakan pilar penting untuk meningkatkan
kepatuhan. Penyuluhan gizi akan merubah pengetahuan sesorang
yang nantinya diharapkan dapat merubah sikap dan tingkah laku
seorang penderita DM untuk patuh terhadap pengelolaan dietnya.
Sebagaimana dijelaskan oleh L.Green (1997) bahwa adanya
perubahan perilaku disebabkan karena adanya pengetahuan, sikap
dan keterampilan terhadap norma – norma kesehatan yang didapat
dari proses penyuluhan atau pendidikan kesehatan
• Dari hasil wawancara dari responden banyak yang mengatakan
sibuk bekerja, transportasi yang tidak memadai, serta adanya
kemalasan untuk ikut serta dalam kegiatan penyuluhan. Namun
responden tetap patuh menjalankan diet karena adanya dukungan
baik dari keluarga, dalam membantu mengingatkan jam makan,
jumlah makan, serta jenis makanan yang harus dikonsumsi
Mengidentifikasi Faktor Penguat (Dukungan Keluarga) Penderita Diebetes
Mellitus Di Puskesmas Tambakrejo Surabaya.

• Bedasarkan tabel 4.5 hasil penelitian dapat dijelaskan


bahwa dari 40 responden sebagian besar dukungan
keluarga positif.
• Menurut Niven (2002) dukungan keluarga merupakan salah
atu faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet yang tidak
dapat diabaikan karena dukungan keluarga merupakan
salah satu faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan
pasien dalam menjalankan diet (Amelia et al, 2014).
• Dukungan keluarga merupakan faktor risiko kepatuhan diet.
Penderita yang kurang mendapat dukungan dari keluarga
mempunyai risiko ketidakpatuhanpatuh dalam menjalani
diet dibandingkan dengan penderita yang mendapat
dukungan baik dari keluarga
KESIMPULAN
SEKIAN DAN TERIMA KASIH