Você está na página 1de 13

REKAYASA JARINGAN

Oleh
IRANI SAFITRI
1648201133
PENDAHULUAN

Bioteknologi dalam farmakologi ini disebut bioteknologi


farmasi, yang memproduksi biofarmasi. Protein digunakan
sebagai terapi diantaranya asam nukleat dalam terapi gen
yang sedang diproduksi karena rekayasa genetika atau
bioteknologi tradisional.
Istilah Tissue Engineering (TE) pertama kali disampaikan kepada
komunitas ilmiah luas pada tahun 1993 oleh Langer dan
Vacanti. Definisi mereka masih diterapkan saat ini dan
menyatakan bahwa tujuan akhir di TE adalah pengembangan
pengganti biologis yang menjaga, fungsi meningkatkan atau
mengembalikan jaringan
Definisi Rekayasa Jaringan

 Rekayasa jaringan adalah bidang interdisipliner


yang menerapkan prinsip-prinsip rekayasa dan
ilmu kehidupan menuju pengembangan pengganti
biologis yang mengembalikan, mempertahankan,
atau meningkatkan fungsi jaringan atau seluruh
organ (Langer & Vacanti, 1993)
1. Rekayasa Jaringan Sebagai Alternatif
Untuk Organ Transplantasi

Kekurangan organ donor menjadi kendala utama


untuk transplantasi klinis. Untuk alasan ini, teknik
jaringan telah menjadi bidang yang menjanjikan
dan penting dari penelitian, yang mungkin tidak
hanya menawarkan jaringan dan organ untuk
transplantasi, tetapi dapat membuka juga
perspektif baru untuk pengobatan
penyakit(Castells, 2012).
 Jika dibandingkan dengan perawatan peritoneal
atau hemodialisis transplantasi organ dapat
meningkatkan kelangsungan hidup pasien, kualitas
hidup, dan hemat biaya dalam hal pengeluaran
perawatan kesehatan (Rouchi,2015)
2. Keunggulan Rekayasa Jaringan

Mereproduksi, memperbaiki atau meningkatkan


fungsi jaringan organ keseluruhan atau parsial pada
individu yang menderita penyakit atau trauma
(Tomlinson MJ, 2013)

Meningkatkan kelangsungan hidup pasien, kualitas


hidup, dan hemat biaya dalam hal pengeluaran
perawatan kesehatan (Rouchi,2015)
3. Prinsip Dasar Rekayasa Jaringan
4. Komponen Utama Rekayasa
Jaringan

Perancah adalah biomaterial solid, porus dan


berbentuk 3 dimensi yang didesain berperan untuk
mendukung interaksi sel-biomaterial, adhesi sel dan deposisi
matriks ekstraseluler, menyediakan suplai gas, nutrisi dan
faktor pengaturan sehingga dapat terjadi proliferasi,
diferensisasi dan maturasi sel.
Fungsi perancah adalah sebagai space holder,
menyediakan struktur yg bersifat sementara, sebagai substrat
bagi sel. Berperan sebagai alat pengiriman sel, memfasilitasi
distribusi sel pada jaringan yang akan tumbuh, menyediakan
ruangan untuk vaskularisasi
Keputusan penting untuk merancang rekayasa jaringan

adalah pemilihan sumber sel. Sel yang digunakan harus

memenuhi persyaratan dasar; mampu mengintergrasikan

dalam jaringan tertentu dan mampu menyimpan sitokn yang

mengaktifkan program regenerasi jaringan endogen


Selain sebuah perancah yang tepat dan sumber sel, molekul
sinyal mewakili alat yang menarik di TE untuk memodulasi
beberapa aspek biologi sel, dari kapasitas proliferasi ke
fitur fenotipik spesifik sel.
Dalam lingkungan selular, kehadiran dan gradien faktor larut
seperti GF, kemokin, dan sitokin memainkan peran penting
dalam fenomena biologis seperti kemotaksis, morfogenesis
dan penyembuhan luka. Secara khusus, sinyal-sinyal ini
dikontrol ketat dan unik untuk masing-masing organ.
DAFTAR PUSTAKA

 Stryjewska A, Katarzyna K., (2013). Biotechnology and genetic


engineering in the new drug development. Part I. DNA technology and
recombinant proteins. Pharmacological Report. Institute of
Pharmacology Polish Academy of Sciences
 Langer R, Vacanti JP (1993) Tissue engineering. Science 260, 920–
926.
 Howard D, Lee DB (2008) Tissue engineering: strategies, stem cells
and scaffolds. School of Pharmacy, University of Nottingham, UK
 Castells-Sala C, Alemany-Ribes M, Fernandez-Muiños T,
RechaSancho L, Lopez-Chicon P et al. (2013) Current Applications of
Tissue Engineering in Biomedicine. J Biochip Tissue chip S2: 004. doi:
10.4172/2153- 0777.S2-004
DAFTAR PUSTAKA

 Welman T, Sebastian M, et al., . (2015). Bioengineering


for Organ Transplantation: Progress and Challenges.
Bioengineered, 6:5, 257-261, DOI:
10.1080/21655979.2015.1081320
 Rouchi HA, Mahdavi MM., 2015. Regenerative Medicine
in Organ and Tissue Transplantation: Shortly and
Practically Achievable?. Review Article. International
Journal of Organ Transplantation Medicine
 Tomlinson Matthew J, 2013. Tissue Engineering the
Thymus and Secondary Lymphoid Organs. Department of
Oral Biology, Leeds Dental Institute, University of Leeds