Você está na página 1de 42

DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

BIRO KEPEGAWAIAN,
KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI
DASAR HUKUM

1. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974


2. Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 (Pasal 87)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975
4. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983
5. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010
6. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017
7. Permendagri Nomor 76 Tahun 2007
8. Permendagri Nomor 42 Tahun 2016
9. Permendagri Nomor 81 Tahun 2018
10. Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010
11. Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017
12. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2018 Keputusan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2002
I. PENDAHULUAN
DISIPLIN PNS Kesanggupan PNS Untuk Mentaati Kewajiban Dan Menghindari Larangan Yang
Ditentukan Dalam Peraturan Perundang – Undangan Dan/Atau Peraturan Kedinasan Yang Apabila
Tidak Di Taati Atau Di Langgar Dijatuhi Hukuman Disiplin.

PELANGGARAN DISIPLIN Setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan pns yang tidak mentaati
kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin.

Kewajiban
PP 53/2010 (Psl 3) Tingkat
Disiplin PNS Hukuman
Disiplin
PP 53/2010 (pasal 7)
Larangan
(Psl 4)
KEWAJIBAN DAN LARANGAN BAGI PNS
DIKAITKAN DENGAN TINGKAT HUKUMAN DISIPLIN
I. KEWAJIBAN
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No KEWAJIBAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Tidak mengucapkan
sumpah/janji PNS
1 Mengucapkan sumpah/janji PNS;
tanpa alasan yang
sah
Tidak mengucapkan
sumpah/janji
2 Mengucapkan sumpah/janji jabatan;
Jabatan tanpa
alasan yang sah

Setia dan taat sepenuhnya kepada


Pelanggaran
Pancasila, Undang-Undang Dasar Pelanggaran Pelanggaran berdampak
berdampak negatif
3 Negara Republik Indonesia Tahun berdampak negatif negatif pada pemerintah
pada instansi yang
1945, Negara Kesatuan Republik pada unit kerja dan/atau negara
bersangkutan
Indonesia dan Pemerintah;

Pelanggaran
Pelanggaran Pelanggaran berdampak
Menaati segala peraturan perundang berdampak negatif
4 berdampak negatif negatif pada pemerintah
undangan; pada instansi yang
pada unit kerja dan/atau negara
bersangkutan
Melaksanakan tugas kedinasan yang Pelanggaran
Pelanggaran Pelanggaran berdampak
dipercayakan kepada PNS dengan berdampak negatif
5 berdampak negatif negatif pada pemerintah
penuh pengabdian, kesadaran, dan pada instansi yang
pada unit kerja dan/atau negara
tanggung jawab; bersangkutan 4
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No KEWAJIBAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Pelanggaran Pelanggaran
Menjunjung tinggi kehormatan Pelanggaran berdampak
berdampak berdampak negatif
6 negara, Pemerintah, dan negatif pada pemerintah
negatif pada unit pada instansi yang
martabat PNS; dan/atau negara
kerja bersangkutan
Mengutamakan kepentingan Pelanggaran Pelanggaran
Pelanggaran berdampak
negara daripada kepentingan berdampak berdampak negatif
7 negatif pada pemerintah
sendiri, seseorang dan/atau negatif pada unit pada instansi yang
dan/atau negara
golongan; kerja bersangkutan
Memegang rahasia jabatan Pelanggaran Pelanggaran
Pelanggaran berdampak
yang menurut sifatnya atau berdampak berdampak negatif
8 negatif pada pemerintah
menurut perintah harus negatif pada unit pada instansi yang
dan/atau negara
dirahasiakan; kerja bersangkutan
Pelanggaran Pelanggaran
Bekerja dengan jujur, tertib, Pelanggaran berdampak
berdampak berdampak negatif
9 cermat, dan bersemangat negatif pada pemerintah
negatif pada unit pada instansi yang
untuk kepentingan negara; dan/atau negara
kerja bersangkutan
Melaporkan dengan segera
kepada atasannya apabila
mengetahui ada hal yang dapat Pelanggaran Pelanggaran
Pelanggaran berdampak
membahayakan atau berdampak berdampak negatif
10 negatif pada pemerintah
merugikan Negara atau negatif pada unit pada instansi yang
dan/atau negara
Pemerintah terutama di bidang kerja bersangkutan
keamanan, keuangan, dan
materiil;
5
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No KEWAJIBAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

• 31-35 hari kerja


(penurunan pangkat pada
pangkat setingkat lebih
rendah selama 3 (tiga)
•16-20 hari kerja
tahun)
(penundaan gaji
• 36-40 hari kerja
berkala selama 1
(pemindahan dalam
(satu) tahun)
rangka penurunan jabatan
•5 hari kerja •21-25 hari kerja
setingkat lebih rendah
(teguran lisan) (penundaan Keterlambatan masuk
bagi PNS yang menduduki
•6-10 hari kerja kenaikan pangkat kerja dan/atau pulang
jab. Struk atau fungs
Masuk kerja dan menaati (teguran tertulis) selama 1 (satu) cepat dihitung secara
11 tertentu)
ketentuan jam kerja; •11-15 hari kerja tahun) kumulatif dan dikonversi
• 41-45 hari kerja
(pernyataan tidak •26-30 hari kerja 7½ jam dihitung 1 (satu)
(pembebasan dari jabatan
puas secara (penurunan hari kerja
bagi PNS yg menduduki
tertulis) pangkat pada
jab. struk atau fungs
pangkat setingkat
tertentu)
lebih rendah
• 46 hari kerja atau lebih
selama 1 (satu)
(pemberhentian dengan
tahun)
hormat tidak atas
permintaan sendiri atau
pemberhentian tidak
dengan hormat sbg PNS)

6
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No KEWAJIBAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Pencapaian sasaran
kerja pada akhir Pencapaian sasaran
Mencapai sasaran kerja
12 tahun hanya kerja pada akhir tahun
pegawai yang ditetapkan;
mencapai 25% s/d kurang dari 25%
50%
Pelanggaran Pelanggaran
Menggunakan dan memelihara Pelanggaran
berdampak negatif berdampak negatif
13 barang-barang milik negara berdampak negatif
pada instansi yang pada pemerintah
dengan sebaik-baiknya; pada unit kerja
bersangkutan dan/atau negara

Pelayanan tidak
Pelayanan tidak Pelayanan tidak
sesuai dengan
Memberikan pelayanan sebaik- sesuai dengan sesuai dengan
14 peraturan perundang-
baiknya kepada masyarakat; peraturan perundang- peraturan perundang-
undangan
undangan undangan

Tidak sengaja tidak Sengaja tidak


Membimbing bawahan dalam
15 membimbing membimbing
melaksanakan tugas;
bawahan bawahan
Memberikan kesempatan
Tidak sengaja tidak Sengaja tidak
16 kepada bawahan untuk
memberi kesempatan memberi kesempatan
mengembangkan karier; dan
Pelanggaran Pelanggaran
Menaati peraturan kedinasan Pelanggaran
berdampak negatif berdampak negatif
17 yang ditetapkan oleh pejabat berdampak negatif
pada instansi yang pada pemerintah
yang berwenang. pada unit kerja
bersangkutan dan/atau negara

7
II. LARANGAN
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No LARANGAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Menyalahgunakan
1 Menyalahgunakan wewenang
wewenang

Menjadi perantara
Menjadi perantara untuk
untuk mendapatkan
mendapatkan keuntungan
keuntungan pribadi
2 pribadi dan/atau orang lain
dan/atau orang lain
dengan menggunakan
dengan menggunakan
kewenangan orang lain;
kewenangan orang lain

Tanpa izin Pemerintah


Tanpa izin Pemerintah menjadi
menjadi pegawai atau
pegawai atau bekerja untuk
3 bekerja untuk negara
negara lain dan/atau lembaga
asing dan/atau lembaga
atau organisasi internasional
internasional
Bekerja pada
Bekerja pada perusahaan asing,
perusahaan asing,
4 konsultan asing atau lembaga
konsultan asing atau
swadaya asing.
lembaga swadaya asing
Memiliki, menjual, membeli,
menggadaikan, menyewakan,
Pelanggaran Pelanggaran
atau meminjamkan barang- Pelanggaran
berdampak negatif berdampak negatif
5 barang baik bergerak atau tidak berdampak negatif
pada instansi yang pada pemerintah
bergerak, dokumen atau surat pada unit kerja
bersangkutan dan/atau negara
berharga milik negara secara
tidak sah;
8
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No LARANGAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Melakukan kegiatan bersama


dengan atasan, teman sejawat,
bawahan, atau orang lain di dalam Pelanggaran
Pelanggaran Pelanggaran berdampak
maupun diluar lingkungan kerjanya berdampak negatif
6 berdampak negatif negatif pada pemerintah
dengan tujuan untuk keuntungan pada instansi yang
pada unit kerja dan/atau negara
pribadi, golongan, atau pihak lain, bersangkutan
yang secara langsung atau tidak
langsung merugikan negara;

Memberi atau
menyanggupi akan
Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu
memberi sesuatu kepada siapapun kepada siapapun baik
7 baik secara langsung atau tidak secara langsung atau
langsung dan dengan dalih apapun tidak langsung dan
untuk diangkat dalam jabatan. dengan dalih apapun
untuk diangkat dalam
jabatan

Menerima hadiah atau


Menerima hadiah atau suatu suatu pemberian apa
pemberian apa saja dari siapapun saja dari siapapun juga
8
juga yang berhubungan dengan yang berhubungan
jabatan dan/atau pekerjaannya dengan jabatan dan/atau
pekerjaannya

9
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No LARANGAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Pelanggaran
Bertindak sewenang-wenang terhadap Pelanggaran dilakukan
9 dilakukan dengan
bawahannya; dengan sengaja
tidak sengaja
Melakukan suatu tindakan atau tidak
melakukan suatu tindakan yang dapat Tidak sesuai
Tidak sesuai dengan Tidak sesuai dengan
menghalangi atau mempersulit salah dengan ketentuan
10 ketentuan perundang- ketentuan
satu pihak yang dilayani sehingga perundang-
undangan perundang-undangan
mengakibatkan kerugian bagi yang undangan
dilayani;
Pelanggaran Pelanggaran
Pelanggaran
Menghalangi berjalannya tugas berdampak negatif berdampak negatif
11 berdampak negatif
kedinasan; pada instansi yang pada pemerintah
pada unit kerja
bersangkutan dan/atau negara

Memberikan dukungan kepada calon


Presiden/ Wakil Presiden, DPR, DPD, • Ikut serta sebagai
atau DPRD dengan cara: pelaksana kampanye
a. ikut serta sebagai pelaksana • Menjadi peserta
kampanye; kampanye dengan Sebagai peserta
b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut kampanye dengan
12
menggunakan atribut partai atau partai atau atribut PNS menggunakan
atribut PNS; • Sebagai peserta fasilitas negara
c. sebagai peserta kampanye dengan kampanye dengan
mengerahkan PNS lain; dan/atau mengerahkan PNS
d. sebagai peserta kampanye dengan lain
menggunakan fasilitas negara.

10
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No LARANGAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Memberikan dukungan kepada calon


Presiden/Wakil Presiden dengan
cara:
Mengadakan kegiatan
a. membuat keputusan dan/atau
yang mengarah kepada
tindakan yang menguntungkan
keberpihakan terhadap
atau merugikan salah satu
pasangan calon yang Membuat keputusan
pasangan calon selama masa
menjadi peserta pemilu dan/atau tindakan
kampanye; dan/atau
sebelum, selama, dan yang
b. mengadakan kegiatan yang
sesudah masa kampanye menguntungkan
13 mengarah kepada keberpihakan
meliputi pertemuan, atau merugikan
terhadap pasangan calon yang
ajakan, himbauan, seruan salah satu pasangan
menjadi peserta pemilu
atau pemberian barang calon selama masa
sebelum, selama, dan sesudah
kepada PNS dalam kampanye
masa kampanye meliputi
lingkungan unit kerjanya,
pertemuan, ajakan, himbauan,
anggota keluarga, dan
seruan atau pemberian barang
masyarakat.
kepada PNS dalam lingkungan
unit kerjanya, anggota keluarga,
dan masyarakat.

Memberikan dukungan kepada calon


anggota Dewan Perwakilan Daerah
atau calon Kepala daerah/Wakil Memberikan surat
Kepala Daerah dengan cara dukungan disertai
14 memberikan surat dukungan disertai fotocopy KTP atau Surat
photo copy Kartu Tanda Penduduk Keterangan Tanda
atau Surat Keterangan Tanda Penduduk
Penduduk sesuai peraturan
perundang-undangan; 11
Tingkat Hukuman Disiplin dan Pelanggaran Disiplin
No LARANGAN KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6

Memberikan dukungan kepada calon


Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah,
dengan cara:
a. terlibat dalam kegiatan • Terlibat dalam kegiatan
kampanye untuk mendukung kampanye untuk
calon Kepala Daerah/Wakil mendukung calon Kepala
Kepala Daerah;
Daerah/Wakil Kepala • Menggunakan
b. menggunakan fasilitas yang Daerah fasilitas yang terkait
terkait dengan jabatan dalam • Mengadakan kegiatan dengan jabatan
kegiatan kampanye; yang mengarah kepada dalam kegiatan
c. membuat keputusan dan / atau keberpihakan terhadap kampanye
tindakan yang menguntungkan pasangan calon yang • Membuat keputusan
atau merugikan salah satu
15 menjadi peserta pemilu dan/atau tindakan
pasangan calon selama masa sebelum, selama, dan yang
kampanye; dan/atau sesudah masa kampanye menguntungkan atau
d. Mengadakan kegiatan yang meliputi pertemuan, merugikan salah satu
mengarah kepada keberpihakan ajakan, himbauan, calon pasangan
terhadap pasangan calon yang seruan, atau pemberian selama masa
menjadi peserta pemilu sebelum, barang kepada PNS kampanye
selama, dan sesudah masa dalam lingkungan unit
kampanye meliputi pertemuan, kerjanya, anggota
ajakan, himbauan, seruan, atau
keluarga, dan masyarakat
pemberian barang kepada PNS
dalam lingkungan unit kerjanya,
anggota keluarga, dan
masyarakat

12
Wajib menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS
KEWAJIBAN yang melakukan pelanggaran disiplin
PEJABAT YANG
BERWENANG
MENGHUKUM Apabila tidak menjatuhkan hukuman disiplin,
pejabat tsb dijatuhi hukumandisiplin oleh atasannya.

Hukuman disiplinnya sama dengan hukuman disiplin yg


seharusnya dijatuhkan kpd PNS yg melakukan
pelanggaran tersebut

Disamping menjatuhkan hukuman disiplin kepada atasan,


atasan yang lebih tinggi juga menjatuhkan hukuman disiplin
terhadap PNS yg melakukan pelanggaran disiplin tersebut.

Apabila pejabat yang berwenang menghukum kosong maka


kewenangan menjatuhkan hukuman disiplin menjadi
kewenangan pejabat yang lebih tinggi
PROSEDUR PEMANGGILAN

PNS YG DIDUGA
MELANGGAR
DISIPLIN

PEMANGGILAN I
SECARA TERTULIS OLEH
ATASAN LANGSUNG

7
HR KRJ

HADIR TDK HADIR

PEMERIKSAAN PEMANGGILAN I I
7
HR KRJ
HADIR TDK HADIR

PENJATUHAN HD OLEH
PEMERIKSAAN PJBW BERDSRKAN
ALAT BUKTI &
KETERANGAN YG ADA
PROSEDUR PEMERIKSAAN
Tujuan :
PNS YG DIDUGA - Benar tidak terjadi pelanggaran
MELANGGAR - Latar belakang
DISIPLIN

PEMERIKSAAN
ATASAN
LANGSUNG/TIM
TERTUTUP

TTD PEJABAT YG
MEMERIKSA & PNS
YG DIPERIKSA
PNS TDK BERSEDIA
BAP MENANDATANGANI
BAP

PNS DIBERI
PHOTO COPY BAP

DISEBUTKAN JENIS
PENJATUHAN PELANGGRAN
HUKUMAN DISIPLIN DISIPLIN YG
DILAKUKAN
Hukuman Disiplin Atas Ketidakhadiran
16 (tanpa alasan yang sah) PP 53/2010

•Teguran Lisan (> 5 HK)


•Teguran Tertulis (6-10 HK)
•Pernyataan Tidak Puas (11-15 HK)

Ringan

•Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun (16-20


HK)
Sedang •penundaan KP selama 1 (satu) tahun (21-25
HK)
•penurunan pangkat setingkat lebih rendah
selama 1 (satu) tahun (26-30 HK)

•penurunan pangkat setingkat


lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
(31-35 HK)
•pemindahan dalam rangka
Berat penurunan jabatan setingkat lebih
rendah (36-40 HK)
•pembebasan dari jabatan (41-45
HK)
•pemberhentian dengan hormat (>
46 HK)
II. JENIS CUTI

1. Cuti Tahunan

2. Cuti Besar

3. Cuti Sakit

4. Cuti Melahirkan

5. Cuti Karena Alasan Penting

6. Cuti di Luar Tangguangan Negara

7. Cuti Bersama
1. CUTI TAHUNAN

a. Lamanya hak atas cuti tahunan adalah 12 (dua belas) e. Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua)
hari kerja dan Permintaan cuti tahunan dapat tahun atau lebih berturut-turut, dapat digunakan
diberikan untuk paling kurang I (satu) hari kerja. dalam tahun berikutnya untuk paling Iama 24 (dua
puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti
tahunan dalam tahun berjalan.
b. PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang I
(satu) tahun secara terus menerus berhak atas cuti
tahunan
f. Hak atas cuti tahunan dapat ditangguhkan
c. Sisa hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam penggunaannya oleh Pejabat Yang Berwenang
tahun bersangkutan dapat digunakan pada tahun Memberikan Cuti untuk paling lama 1 (satu) tahun,
berikutnya paling banyak 6 (enam) hari kerja. apabila terdapat kepentingan dinas mendesak, dan
Hak atas cuti tahunan yang ditangguhkan dapat
digunakan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua
puluh empat) hari kerja termasuk hak atas cuti
d. Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam
tahunan dalam tahun berjalan.
tahun yang bersangkutan, dapat digunakan dalam
tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas)
hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun berjalan.

g. Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan 2 (dua)


tahun atau lebih berturut-turut, dapat digunakan dalam
tahun berikutnya untuk paling Iama 24 (dua puluh
empat) hari kerja termasuk hak atas cuti tahunan dalam
tahun berjalan.
2. CUTI BESAR

a. PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun a. Hak cuti besar dapat ditangguhkan penggunaannya
secara terus menerus berhak atas cuti besar paling oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti untuk
lama 3 (tiga) bulan dan tidak berhak atas cuti tahunan paling lama I (satu) tahun apabila terdapat
dalam tahun yang bersangkutan kepentingan dinas mendesak, kecuali untuk
kepentingan agama

a. PNS yang telah menggunakan hak atas cuti tahunan


pada tahun berjalan maka hak atas cuti besar yang f. PNS yang menggunakan cuti besar kurang dari 3 (tiga)
bersangkutan diberikan dengan memperhitungkan hak bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya tidak
atas cuti tahunan yang telah digunakan. berlaku lagi.

c. PNS yang menggunakan hak atas cuti besar dan masih g. Selama menggunakan hak atas cuti besar, PNS yang
mempunyai sisa hak atas cuti tahunan tahun bersangkutan menerima penghasilan PNS .
sebelumnya maka dapat menggunakan sisa hak atas cuti
tahunan tersebut.

d. Bagi PNS yang masa kerjanya belum mencapai 5 (lima)


tahun dapat mengambil Cuti Besar untuk kepentingan
agama, yaitu menunaikan ibadah haji pertama kali
dengan melampirkan jadwal keberangkatan/kelompok
terbang (kloter) yang dikeluarkan oleh instansi yang
bertanggung jawab dalam penyelenggaraan haji.
3. CUTI SAKIT

a. PNS yang menderita sakit 1 (satu) hari menyampaikan e. PNS yang tidak sembuh dari penyakitnya dalam jangka
surat keterangan sakit secara tertulis kepada atasan waktu sebagaimana telah ditentukan, wajib diuji
langsung dengan melampirkan surat keterangan kembali kesehatannya oleh tim penguji kesehatan yang
dokter. ditetapkan oleh menteri kesehatan. Dan apabila
berdasarkan hasil pengujian kesehatan PNS tersebut
belum sembuh dari penyakitnya maka PNS yang
b. PNS yang sakit lebih dari 1 (satu) hari s/d 14 (empat bersangkutan harus diberhentikan dengan hormat dari
belas) hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan jabatannya dengan ketentuan peraturan perundang-
PNS yang bersangkutan wajib mengajukan permintaan undangan yang berlaku.
secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang
Memberikan Cuti dengan melampirkan surat
keterangan dokter.
f. PNS yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti
sakit untuk paling lama 1 ½ (satu setengah)
c. PNS yang menderita sakit lebih dari 14 (empat belas)
bulan. Dan PNS yang mengalami kecelakaan dalam
hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa
menjalankan tugas kewajibannya serta perlu
PNS yang bersangkutan wajib mengajukan permintaan
mendapatkan perawatan juga berhak atas cuti sakit
secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang
sampai yang bersangkutan sembuh
Memberikan Cuti dengan melampirkan surat
keterangan dokter pemerintah.
g. PNS yang menjalani cuti sakit, selama yang
bersangkutan menjalani cuti tetap menerima
penghasilan PNS
d. Hak cuti Hak atas cuti sakit diberikan untuk waktu paling lama
1 (satu) tahun dan dapat ditambah paling lama 6 (enam) bulan,
apabila diperlukan. Berdasarkan surat keterangan tim penguji
kesehatan yang ditetapkan oleh menteri kesehatan
4. CUTI MELAHIRKAN

a. PNS berhak atas cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran anak ketiga
dan untuk kelahiran anak keempat dan dapat menggunakan cuti besar. dalam keadaan tertentu PNS dapat mengajukan
permintaan cuti melahirkan kurang dari 3 (tiga) bulan.

b. Selama menggunakan hak cuti melahirkan, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS.
5. CUTI KARENA ALASAN PENTING

a. Apabila orang tua perempuan, orang tua laki-laki, f. PNS yang ditempatkan pada perwakilan Republik
isteri, suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu Indonesia yang rawan dan atau berbahaya untuk
sakit keras atau meninggal dunia. (dibuktikan dengan memulihkan kondisi kejiwaan
melampirkan surat keterangan dari pihak yang
berwenang)
g. Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh
Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti dan paling
b. Mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang lama 1 (satu) bulan dan dalam hal yang mendesak,
meninggal dunia menurut peraturan sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu
perundangundangan yang berlaku keputusan dari Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti,
pejabat yang tertinggi di tempat PNS yang bersangkutan
bekerja dapat memberikan izin sementara secara tertulis
c. Melangsungkan perkawinan. untuk menggunakan hak atas cuti karena alasan penting

d. PNS laki-laki yang isterinya melahirkan dengan


operasi caesar (dibuktikan melampirkan surat
keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan) h. Selama menggunakan hak atas cuti karena alasan
penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan
e. PNS mengalami musibah kebakaran rumah atau PNS .
bencana alam, (dibuktikan dengan melampirkan surat
keterangan dari Ketua Rukun Tetangga)
6. CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA

a. PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus-menerus dan karena alasan pribadi serta mendesak dapat
diberikan cuti di luar tanggungan negara

b. Alasan pribadi dan mendesak antara lain sebagai berikut:


• mengikuti atau mendampingi suami/ isteri tugas negara/tugas belajar di dalam/luar negeri (wajib melampirkan
surat penugasan atau surat perintah tugas negara/tugas belajar dari pejabat yang berwenang)
• mendampingi suami/isteri bekerja di dalam/luar negeri (wajib melampirkan surat keputusan atau surat penugasan/
pengangkatan dalam jabatan)
• menjalani program untuk mendapatkan keturunan (wajib melampirkan surat keterangan dokter
• Spesialis)
• mendampingi anak yang berkebutuhan khusus (wajib melampirkan surat keterangan dokter
• Spesialis)
• mendampingi suami/isteri/anak yang memerlukan perawatan khusus dan atau mendampingi merawat orang tua/mertua
yang sakit/uzur (wajib melampirkan surat keterangan dokter)

c. Cuti di luar tanggungan negara dapat diberikan paling lama 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu)
tahun apabila ada alasan penting untuk memperpanjangnya.
d. Cuti di luar tanggungan negara mengakibatkan PNS diberhentikan dari jabatannya, dan Cuti di luar tanggungan negara,
hanya dapat diberikan dengan keputusan PPK setelah mendapat persetujuan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara serta
dalam menjalankan cuti PNS tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS dan juga tidak berhak menerima penghasilan
PNS.

e. Permintaan/permohonan perpanjangan cuti di luar tanggungan negara harus diajukan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum
cuti di luar tanggungan negara berakhir, dan PNS yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara wajib
melaporkan diri secara tertulis kepada instansi induknya paling lambat 1 (satu) bulan setelah selesai melaksanakan Cuti di
luar tanggungan negara.
7. CUTI BERSAMA

a. Cuti bersama ditetapkan oleh Presiden melalui Kepres dan

b. Cuti bersama tidak mengurangi jatah cuti tahunan.


KETENTUAN LAIN-LAIN

a. PNS yang sedang menggunakan hak atas cuti tahunan, cuti besar, cuti karena alasan penting, dan cuti bersama dapat
dipanggil kembali bekerja apabila kepentingan dinas mendesak namun hak cuti yang belum dijalankan tetap menjadi hak
PNS yang bersangkutan.
b. Hak atas cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting yang akan dijalankan di luar
negeri, hanya dapat diberikan oleh PPK.
c. Dalam keadaan mendesak, PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu keputusan dari PPK pejabat yang tertinggi di
tempat PNS yang bersangkutan bekerja dapat memberikan izin sementara secara tertulis untuk menggunakan hak atas cuti
dan Pemberian izin sementara harus segera diberitahukan kepada PPK

d. Ketentuan mengenai cuti sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting berlaku secara mutatis mutandis
(perubahan dengan perlu) terhadap Calon PNS

e. PNS yang sedang menjalankan cuti di luar tanggungan negara setelah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara
wajib melaporkan diri secara tertulis kepada instansi induknya paling lama 1 (satu) bulan setelah selesai
menjalankan cuti di luar tanggungan negara.

f. PNS yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara dan telah diaktifkan kembali sebagai PNS, dapat
mengajukan cuti tahunan apabila telah bekerja secara terus-menerus paling singkat 1 (satu) tahun sejak diaktifkan kembali
sebagai PNS

g. Penghasilan lain yang SAH antara lain berupa tunjangan kinerja, tunjangan perbaikan penghasilan dibayarkan kepada PNS
yang sedang menjalankan cuti disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI

a. Cuti di berikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)

b. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat mendelegasikan sebagian wewenang nya kepada Pejabat di
lingkunganya untuk memberikan cuti, kecuali di tentukan lain dalam Peraturan Perundang – Undangan
(Cuti yang di laksanakan di Luar Negeri)
FORMAT PENGAJUAN CUTI PNS
III. Mekanisme Izin Perceraian PNS
Izin Perceraian PNS PNS YG
MENGAJUKAN IZIN
PERCERAIAN

PENGGUGAT TERGUGAT
(ALASAN PERCERAIAN
KEPADA PYB MELALUI (LAPOR KEPADA ATASAN
ATASAN LANGSUNG) LANGSUNG)
3 Bulan Terhitung
Mulai Tanggal
Atasan Langsung
Menerima Izin
OPerceraian
ATASAN LANGSUNG
(MEDIASI PENGGUGAT
DAN TERGUGAT)

RUJUK CERAI

GOLONGAN II/D
GOLONGAN III/A KEATAS
KEBAWAH DITETAPKAN
DITETAPKAN OLEH
OLEH PIMPINAN
MENTERI
SATUAN KERJA
PROSEDUR PENGAJUAN IZIN CERAI

 Permohonan Izin dilakukan tertulis secara hierarki disertai dengan alasan


 Atasan Langsung wajib memberikan pertimbangan dan menyampaikan ke pejabat yang berwenang memberi izin dalam
waktu 3 bulan
 Dilakukan upaya untuk mediasi untuk merukunkan suami-istri
 Pyb harus mengambil keputusan menolak/memberikan izin dalam waktu 3 bulan

PEMBAGIAN GAJI SETELAH PERCERAIAN

 PNS Pria sebagai penggugat, wajib memberikan bagian gaji kepada mantan isteri dan anak-anaknya , kecuali
ditentukan lain
 Isteri sebagai penggugat , tidak berhak atas bagian gaji , kecuali ditentukan lain
 Pengertian gaji adalah gaji pokok + tunjangan yang sah sesuai peraturan perundangan

* PNS Pria sebagai penggugat, kecuali ditentukan lain


* Istri sebagai penggugat, kecuali ditentukan lain
IV. PEMBERIAN PENGHARGAAN TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PNS

Merupakan Tanda Kehormatan dan Penghargaan dari Presiden yang diberikan kepada PNS
yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan
Pemerintah serta penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin sehingga dapat
menjadi teladan bagi pegawai lainnya

PERSYARATAN:

 Melaksanakan tugas secara terus menerus dengan menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan,
kejujuran, dan Kedisiplinan, sekurang kurangnya selama 10 tahun (Satyalanacana Karya Satya 10 tahun),
20 tahun (Satyalanacana Karya Satya 20 tahun), 30 tahun (Satyalanacana Karya Satya 30 tahun).

 Selama masa kerja tersebut tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat
berdasarkan Peraturan Undang-Undang yang berlaku.

 Selama melaksanakan tugas tidak pernah mengambil Cuti diluar tanggungan Negara.

 Penghitungan Masa Kerja di hitung sejak pengangkatan sebagai CPNS.


PERSYARATAN BERKAS USULAN SLKS :

1 SK CPNS

2 SK Jabatan

3 Konversi NIP Baru (Apabila Belum Memiliki NIP 18)

4 DRH Singkat (Sesuai Format)

5 SK Pangkat Terakhir

6 Surat Pernyataan/Keterangan Tidak Sedang Mengenai Hukuman Disiplin


V. PERSYARATAN PENERBITAN KARTU BPJS

1. Pengisian formulir dari kantor cabang BPJS untuk Menentukan Faskes Tk. I
2. SK CPNS
3. SK PNS
4. SK terakhir atau SK jabatan
5. Kartu Keluarga
6. E. KTP
7. Surat Nikah
8. Akte Anak (maksimal 3 orang anak)
9. Surat Rekomendasi dari kampus (Apabila berusia 17 tahun ke Atas s/d Usia 21 thn)
10.Slip Gaji yang bertanda tangan bendahara gaji

VI. PERSYARATAN PENERBITAN TASPEN


1. Mengisi formulir pendataan peserta TASPEN
2. Surat pernyataan melaksanakan tugas
3. Kartu pegawai
4. SK CPNS
5. SK PNS
PNS diberhentikan dg hak pensiun apabila :
V. 1. Status PNS
2. Diberhentikan dengan hormat

MK 20 th Pemberhentian Non BUP

>50 th
BUP
MK 10 th
Reorganisasi
Usia Minimal

MK >4 th UZUR Non Dinas

<50 th
UZUR karena Dinas
MK <4 th
MD, Tewas, Hilang
Cat: PP 11 th 2017
CPNS untuk Tewas
KEWENANGAN PEMBERHENTIAN
A. PP 11 Tahun 2017 Pasal 288 s/d 292

Menetapkan Pemberhentian PNS di lingkungan


Instansi Pusat dan Instansi Daerah yang menduduki :
JPT Utama,
JPT Madya,
JF Ahli Utama

PRESIDEN
Mendelegasikan kewenangan pemberhentian PNS
selain JPT utama, JPT madya, JF ahli utama kepada :
• PPK Pusat (menteri, pimpinan lembaga)
• PPK Provinsi (gubernur)
• PPK Kabupaten/Kota (bupati. Walikota)
PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS

1. Telah mencapai BUP ,


2. Atas Permintaan Sendiri yang telah memenuhi persyaratan
3. Tidak Cakap Rohani dan/atau Jasmani
4. Meninggal Dunia, Tewas atau Hilang

PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT DENGAN HAK PENSIUN

1. Melakukan Tindak Pidana/ Penyelewengan


2. Pelanggaran Disiplin
PEMBERIAN/PENETAAN PERTEK PENSIUN PNS DAN PENSIUN JANDA/DUDA

INSTANSI / PPK BKN PRESIDEN

1. Nominatif &/ DPCP


• Verifikasi
1.BUP
• Validasi
Kepada
2. Menyerahkan / Presiden
Upload Daftar nominatif
hasil rekonsiliasi, DPCP yg
Daftar nominatif P
& DPCP. Verifikasi dan
sudah di tandatangan, dan
data dukung melalui validasi daftar
E
SAPK nominatif hasil R
rekonsiliasi, DPCP T
dan data
2. NON BUP, pendukung E
JD/DD K Kepada PPK

PPK atau Pyb menyampaikan usul


pemberian pertimbangan teknis DPCP
pensiun kepada Presiden atau
PPK & tembusan kpd Ka BKN/
Kanreg
• Daftar nominatif hasil
Rekonsiliasi
•DPCP
•Data dukung
PENETAPAN KPUTUSAN PENSIUN PNS DAN JANDA/DUDA PNS

Paling lama 1 bulan


BUP sebelum BUP
PRESIDEN
NON BUP & paling lama 14 hari
MD kerja

PERTEK

Paling lama 1 bulan


BUP sebelum BUP
PPK
NON BUP & paling lama 14 hari
MD kerja
KETENTUAN PELAKSANAAN KENAIKAN PANGKAT

VI. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12


Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Kenaikan Pangkat

A. JENIS KENAIKAN PANGKAT

1. KENAIKAN PANGKAT REGULER 2. KENAIKAN PANGKAT PILIHAN


Merupakan penghargaan yang diberikan kepada Merupakan Kepercayaan dan penghargaan yang
Aparatur Sipil Negara yang telah memenuhi syarat diberikan Kepada Aparatur Sipil Negara atas prestasi
yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan. kerja Yang tinggi.
Jenis Pangkat Pilihan:
a. Jabatan Struktural;
b. Fungsional Tertentu;
B. PERSYARATAN : c. Prestasi Kerja Luar Biasa;
1. PERSYARATAN UMUM d. Penemuan Baru Yang
• SK CPNS; Bermanfaat Bagi Negara;
• SK PNS; e. Diangkat Menjadi
• SK Pangkat Terakhir; Pejabat Negara;
• SK Jabatan Terakhir; f. Memperoleh STTB;
• SKP 2 Tahun Terakhir; dan g. Tugas belajar;
• Tidak Dijatuhi Hukuman Disiplin Sedang h. Anumerta;dan
(penurunan atau penundaan kenaikan pangkat) i. Pengabdian.
LANJUTAN
PERSYARATAN KHUSUS
A. FUNGSIONAL TERTENTU E. DIANGKAT MENJADI PEJABAT NEGARA
• Dokumen Asli Keputusan PAK • Keputusan Pengangkatan Sebagai Pejabat Negara;
• Keputusan Pemberhentian dan Jabatan Organik
B. PRESTASI KERJA LUAR BIASA
(jika diberhentikan); dan
• Dokumen Asli Keputusan Prestasi Kerja Luar
• SKP 1 Tahun Terakhir.
Biasa, dan
• SKP 1 Tahun Terakhir. F. TUGAS BELAJAR
• Surat Keputusan Pengangkatan Dalam Jabatan Terakhir;
C. PENEMUAN BARU YANG BERMANFAAT
dan
BAGI NEGARA
• SKP 1 Tahun Terakhir.
• Dokumen Asli Keputusan Penemuan Baru; dan
• SKP 1 Tahun Terakhir. G. ANUMERTA
• Berita Acara dari Pejabat yang Berwajib tentang Kejadian
D. MEMPEROLEH STTB
yang mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia;
• Ijazah Pendidikan Terakhir;
• Visum et repertum dari dokter;
• SKP 1 Tahun Terakhir;
• Surat Perintah Penugasan atau Surat Keterangan yang
• Surat Tanda Lulus Ujian Kenaikan Pangkat
menerangkan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia
Penyesuaian Ijazah; dan
dalam rangka menjalankan tugas kedinasan;
• Surat Keterangan Pejabat Pembina Kepegawaian
• Laporan dari pimpinan unit kerja serendah-rendahnya
Tentang Uraian Tugas yang Dibebankan Kepada
eselon III kepada pejabat pembina kepegawaian yang
ASN yang bersangkutan.
bersangkutan tentang peristiwa yang mengakibatkan ASN
yang bersangkutan tewas; dan
• Surat keputusan sementara kenaikan pangkat anumerta.
LANJUTAN
PERSYARATAN KHUSUS
I. PENGABDIAN KARENA MENINGGAL DUNIA K. Pengabdian Yang Dinyatakan Cacat Karena Dinas
• SK CPNS; • Berita Acara dari Pejabat yang Berwajib tentang
• SKP 1 Tahun Terakhir; Kejadian Kecelakaan;
• Surat Keterangan Kematian dari Kepala • Surat Perintah Penugasan atau Surat Keterangan yang
Kelurahan/Desa; menerangkan bahwa yang bersangkutan mengalami
• Daftar Riwayat Pekerjaan dari Pejabat Pembina kecelakaan dalam rangka menjalankan tugas
Kepegawaian; dan kedinasan;
• Surat Pernyataan Tidak Pernah Dijatuhi Hukuman • Laporan dari pimpinan unit kerja serendah-rendahnya
Disiplin Tingkat Sedang atau Berat dalam satu eselon III kepada pejabat pembina kepegawaian yang
tahun terakhir. bersangkutan tentang peristiwa yang mengakibatkan
J. PENGABDIAN KARENA MENCAPAI BATAS USIA ASN yang bersangkutan cacat; dan
PENSIUN • Surat Keterangan Tim Penguji Kesehatan yang
• SK CPNS; menyatakan jenis cacat yang diderita oleh ASN yang
• SKP 1 Tahun Terakhir; bersangkutan.
• Daftar Riwayat Pekerjaan dari Pejabat Pembina
Kepegawaian; dan
• Surat Pernyataan Tidak Pernah Dijatuhi Hukuman
Disiplin Tingkat Sedang atau Berat dalam satu
tahun terakhir.
ALUR SISTEM
Pengelola Layanan Kepegawaian wajib memutakhirkan data
1. CPNS, PNS, Pangkat terakhir, Jabatan Terakhir, SKP 2 Tahun 7. Apabila BKN telah melakukan proses kenaikan pangkat, maka
terakhir, Pencantuman Gelar (Bagi pegawai yang akan melakukan Admin melakukan input nomor SK dan Tanggal SK pada
pencantuman gelar pada SK Pangkat), dan PAK (bagi Jabatan aplikasi Sistem Layanan Kepegawaian “Kenaikan Pangkat”.
Fungsional Tertentu) pada aplikasi SIMPEG dan TAKAH.

2. SIMPEG secara otomatis memberikan informasi kepada 8. Hasil dari proses input nomor SK dan Tanggal SK “Kenaikan
Pengelola layanan kepegawaian bagi ASN yang telah memenuhi Pangkat” pada aplikasi layanan kepegawaian akan masuk ke
persyaratan. dalam menu layanan pada Aplikasi Simpeg.

3. Apabila data telah lengkap, Pengelola bias masuk ke aplikasi 9. Subbagian Data dan Informasi menerima Salinan SK kenaikan
layanan kepegawaian “Kenaikan Pangkat” untuk mencetak data pangkat untuk dilakukan verifikasi antara dokumen dengan
usulan nama-nama ASN yang akan diajukan ke Biro Kepegawaian. data yang tersimpan pada aplikasi Simpeg.

Apabila hasil dari verifikasi akurat, Subbagian Data dan


4. Admin aplikasi layanan kepegawaian “Kenaikan Pangkat” 10. Informasi akan melakukan approval. Sehingga data tersebut
melakukan verifikasi kelengkapan data Aparatur Sipil Negara. akan terisi otomatis pada data pangkat terakhir untuk tiap-tiap
pegawai yang bersangkutan

5. Setelah hasil verifikasi dinyatakan lengkap, maka dilakukan 11. Salinan dokumen akan diarsipkan baik secara hardcopy (lemari
proses/generate ke tahapan selanjutnya. takah) dan softcopy (aplikasi takah).

6. Admin pengelola layanan kepegawaian “kenaikan pangkat” 12. Admin menyerahkan SK Kenaikan Pangkat kepada tiap-tiap
mengusulkan kepada BKN untuk dilakukan proses kenaikan pengelola layanan kepegawaian.
pangkat.

SELAMA PROSES KENAIKAN PANGKAT BERLANGSUNG


PENGELOLA DAPAT MELIHAT SEJAUH MANA PROSES TERSEBUT
PADA APLIKASI
PERATU