Você está na página 1de 10

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

DENGAN GANGGUAN AUTISME


KELOMPOK 16 :
1. RESTI WAHYUNI PUTRI
2. YOGI SAPUTRA
PENGERTIAN

Autisme adalah suatu kondisi mengenai


seseorang (anak) sejak lahir atau balita,yang
membuat dirinya tidak dapat membentuk
hubungan sosial atau komunikasi yang tidak
normal.
Autisme merupakan suatu keadaan anak dapat
berbuat semaunya sendiri baik cara berpikir atu
berperilaku.
ETIOLOGI

Penyebab autisme adalah spekulatif.


Penyebab sebenarnya terjadinya autisme
pada anak belum diketahui secara jelas, tapi
teori-teori tentang penyebab telah juga
dipusatkan pada berbagai kemungkinan lain,
meliputi cedera otak, keadaan yang saling
tidak menguntungkan antara faktor-faktor
psikogenik dan perkembangan saraf.
GEJALA KLINIS

Gejala-gejala dan tanda-tanda yang paling penting adalah


kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal yang tidak atau
kurang berkembang, kelainan pada pola berbicara, gangguan
kemampuan mempertahankan percakapan, permainan sosial
yang abnormal, tiadanya empati, dan ketidakmampuan untuk
berteman.Anak autistik menarik diri dan seing menghabiskan
waktunya untuk bermain sendiri. Ledakan amarah dapat
menyertai gangguan rutin.
PATOFISIOLOGI

Sel saraf otak (neuron) terdiri dari badan sel dan serabut untuk
mengalirkan implus listrik (akson) serta serabut untuk menerima implus
listrik (dendrite). Sel saraf terbentuk saat usia kandungan tiga sampai tujuh
bulan.Pada trimester ketiga,pembentukan sel saraf berhenti dan di mulai
pembentukan akson,dendrite dan sinaps yang berlanjut sampai anak
berusia sekitar dua tahun.
Setelah anak lahir,terjadi proses pertumbuhan otak berupa bertambah dan
berkurangnya struktur akson,dendrite dan sinaps.Proses ini di pengaruhi
secara genetic melalui sejumlah zat kimia yang dikenal sebagai brai growth
factor dan proses belajar anak.
,berkurangnya akson,dendrite dan sinaps.Kelainan genetis,keracunan
logam berat,dan nutrisi yang tidak adekuat dapat menyebabkan gangguan
proses-proses tersebut.Sehingga akan menyebabkan abnormalitas
pertumbuhan sel saraf.
KOMPLIKASI

1. Masalah sensorik.
2. Kejang
3. Masalah kesehatan mental
4. Tuberous sclerosis
ASUHAN KEPERAWATAN AUTISME
A. PENGKAJIAN
Ditemukan adanya ketidakmampuan atau
kesulitan untuk melakukan tugas perkembangn
sesuai dengan kelompok usia dalam tahap
pencapaian tumbuh kembang , adanya
perubahan pertumbuhan fisik, perubahan
perkembangan saraf , perubahan gangguan
perkembangan mental, perubahan
perkembangan perilaku.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan interaksi
sosial

2. Gangguankomunikasi
verbal
C. INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA 1 :
NOC : keterlibatan sosial
• Indikator :
1. Berinteraksi dengan teman dekat.
2. Berinteraksi dengan tetangga.
3. Beinteraksi dengan anggota keluarga.
NIC : Peningkatan sosialisasi
Aktifitas-aktifitas :
• Rujuk pasien pada kelompok keterampilan interpersonal atau
program dimana pemahaman mengenai transaksi informasi
dapat ditingkatkan dengan tepat.
• Berikan umpan balik mengenai perbaikan dalam perawatan
penampilan pribadi atau kegiatan lainnya.
• Minta dan harapkan komunikasi verbal.
• Berikan umpan balik positif saat pasien ( bersedia )
menjangkau orang lain.
DIAGNOSA 2 :
NOC : Komunikasi mengekspresikan.
• Indikator :
1. Menggunakan bahasa lisan : vokal
2. Kejelasan berbicara.
3. Menggunakan bahasa non verbal.
NIC : peningkatan komunikasi : kurang bicara
• Aktifitas-aktifitas :
1. Sediakan metode alternatif untuk berkomunikasi dengan berbicara.
2. Sesuaikan gaya komunikasi untuk memenuhi kebutuhan klien.
3. Gunakan komunikasi tertulis atau minta bantuan keluarga ( dalam
memahami pembicaraan pasien ).
4. Ulangi apa yang disampaikan pasien untuk menjamin akurasi.