Você está na página 1de 14

Dasar Kekuatan Aspek Legal Penata

DPD IPAI JATIM

DPD IPAI ( IKATAN PENATA ANESTESI INDONESIA ) JAWA TIMUR


Alamat Sekretariat : Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT), lantai 3 RSUD Dr. Soetomo
Jl. Mayjen Prof dr. Moestopo No. 6 – 8. Surabaya Telp. (031-5501832)
Email : ipaijatim@yahoo.com
Dasar Hukum Penyelenggaraan
Pekerjaan Penata Anestesi

UU NOMOR 36 TAHUN
2009 TENTANG UU NOMOR 36 TAHUN 2014
TENTANG TENAGA KESEHATAN
KESEHATAN

Permenkes 18 Tahun 2016


tentang Penyelenggaraan Permenkes
Pekerjaan Penata Anestesi 519/Menkes/Per/III/2011
(mencabut Permenkes 31 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan
Tahun 2013 tentang Anestesiologi dan Terapi
Penyelenggaraan Pekerjaan
Intensif di Rumah Sakit
Perawat Anestesi
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 24
 Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku :
a. Semua numenklatur Perawat Anestesi dalam
peraturan Mentri Kesehatan
Nomor 519/Menkes/Per/III/2011 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Anestesi dan
Terapi Intensif Di Rumah Sakit ( Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 224 ) harus
dibaca dan dimaknai sebagai Penata Anestesi; dan

b. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 31 Tahun 2013


tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perawat Anestesi
(berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
673) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Definisi PENATA ANESTESI
 Penata Anestesi adalah setiap
orang yang telah lulus pendidikan
bidang keperawatan anestesi atau
Penata Anestesi sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-
undangan. (Permenkes No.18
Tahun 2016)

 Tenagakeperawatan yang telah


menyelesaikan pendidikan dan
ilmu keperawatan anestesi.
(PMK No 519 tahun 2011)
Tenaga Kesehatan yang akan
menjalankan PRAKTIK dan/atau
PEKERJAAN
KEPROFESIANNYA wajib
memiliki izin dari Pemerintah
dengan syarat memiliki STR yang
dikeluarkan oleh MTKI berlaku
secara nasional dan mempunyai
SIPPA atau SIKPA.
STANDAR AOP 4 :
KOLABORASI ANTAR TIM KESEHATAN

Kolaborasi antar tim kesehatan merupakan suatu


bentuk kerjasama harmonis dengan profesi lain
(dokter, perawat, penata anestesi, terapis,
farmasi, dietisien, radiographer, analis dll) sebagai
mitra kerja untuk tujuan yang sama yaitu
memberikan pelayanan kesehatan pada pasien dan
masyarakat yang optimal

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF INDONESIA


TUGAS DAN TANGGUNG
JAWAB PENATA ANESTESI

PERMENKES NO. 519/MENKES/PER/III/2011

TUGAS TANGGUNG JAWAB

• Melakukan asuhan • Perawat anestesi dan


keperawatan pra- perawat bertanggung
anestesi jawab langsung kepada
• Melakukan kolaborasi dokter penanggung
dengan dokter spesialis jawab anestesi
anestesi (intra-anestesi) • Menjamin terlaksananya
• Melakukan asuhan pelayanan/asuhan
keperawatan pasca keperawatan anestesi di
anestesi rumah sakit.
• Pelaksanaan asuhan
keperawatan anestesi
sesuai standar
PRINSIP DALAM PELAYANAN
PENYELENGARAAN PRAKTIK PROFESI PENATA
ANESTESI (Permenkes 18 Tahun 2016 PASAL 10)

Tindakan anestesi merupakan tindakan medis yangdapat


dilakukan secara tim oleh tenaga kesehatan yang
memenuhi keahlian dan kewenangan untuk itu.
Tindakan ASUHAN KEPENATAAN
ANESTESI:
a. tindakan pra anestesi;
b. tindakan intra anestesi;dan
c. tindakan pasca anestesi
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Thn 2016
Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Penata
Anestesi

PASAL 11

Praanestesi Intraanestesi Pascaanestesi

• Persiapan • Pemantauan • Merencanakan


administrasi pasien peralatan dan obat- tindakan kepenataan
• Pemeriksaan tanda- obatan ssi pasca tindakan
tanda vital perencanaan teknik anestesia
• Pemeriksaan lain anestesia • Penatalaksanaan dlm
yang diperlukan • Pemantauan manajemen nyeri
• Pemeriksaan dan keadaan umum • Pemantauan kondisi
penilaian status fisik pasien pasien pasca
pasien • Pendokumentasian pemasangan kateter
• dst semua tindakan apidural
• dst

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF INDONESIA


Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2016
Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Penata Anestesi

Bahwa Penata Anestesi merupakan salah satu dari


jenis tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan
untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan
berupa asuhan kepenataan anestesi sesuai dengan
bidang keahlian yang dimiliki.

Penata Anestesi dalam menjalankan praktik


keprofesiannya berwenang untuk melakukan
pelayanan asuhan kepenataan anestesi pada:
praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi.

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF INDONESIA


PASAL 14
1. Pelimpahan wewenang berdasarkan penugasan
pemerintah (pada pasal 12b) dalam hal tidak
terdapat dokter spesialis anestesiologi di suatu
daerah
2. Hanya dapat dilakukan oleh Penata Anestesi yang
telah mendapat pelatihan
3. Pelayanan pelimpahan kewenangan meliputi
pelayanan anestesi sesuai dengan kompetensi
tambahan yang diperoleh melalui pelatihan
4. Pelatihan merupakan tanggung jawab pemerintah
daerah provinsi /kabupaten bekerja sama dengan
organisasi terkait
5. Pelatihan harus terakreditasi sesuai ketentuan
6. Pelimpahanan wewenang hanya dapat
dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan
milik Pemerintah/Pemda

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF INDONESIA


APA BEDAH IPAI DAN HIPANI

IPAI :
 STRPA SIPPA / SIKPA
 Permenkes Nomor : 18 thn 2016 Pasal 24
 Jabatan Fungsional PA

Hipani :
 STR Perawat Umum
 Aturan blm jalas masih membentuk OP PPNI
untuk menjadi Seminat, AD / ART belum ada
 Jabatan Fungsional ikut Aturan Keperawatan PPNI