Você está na página 1de 26

DIAGNOSIS DAN TALAK

GOUT
Dr.dr. Asep Sukohar, M.Kes
Bagian Farmakologi dan Terapi FK Unila
Metabolisme asam urat, enzim dan mekanisme obat
Gout is a form of arthritis in which
uric acid accumulates in increased
amounts in the blood and often is
deposited in the joints.

The deposit or collection of urate


crystals in the joints causes the
symptoms (pain, redness, swelling,
joint deformity) of gout.
• Reduces the production of uric acid (inhibit
xanthine oxidase, which catalyzes urate
Allopurinol formation from hypoxanthine via xanthine).
• Decreasing serum uric acid levels and the
deposit of urate crystals in joints.

• Reduce the inflammation associated with


the deposit of urate crystals in the joints.
Colchicine • Relieve the severe pain of acute gout.
• No effect on uric acid metabolism.
Sulfinpyrazone Probenecid

• increases the excretion of • works in the same


uric acid by the kidneys, manner and may be given
which lowers serum uric alone or with colchicine
acid levels as combination therapy
• and consequently retards when there are frequent,
the deposit of urate recurrent attacks of gout.
crystals in the joints. • has been used to prolong
the plasma levels of the
penicillins and
cephalosporins.
Allopurinol
• Skin rash, hypersensitivity reactions (SJS)

Colchicine
• nausea, vomiting, diarrhea, abdominal pain, and bone
marrow depression
Probenecid
• headache, GI symptoms, urinary frequency, and
hypersensitivity reactions.
Sulfinpyrazone
• Gastrointestinal disturbances
Allopurinol Colchicine Probenecid Sulfinpyrazon

• Hypersen • Serious • blood • Peptic


sitivity gastroint dyscrasi ulcer
estinal, or uric disease
renal, acid • Gastroint
hepatic, kidney estinal
or cardiac stones inflamma
disorders • children tion.
• Blood < 2 years
dyscrasia
Allopurinol Colchicine Probenecid Sulfinpyrazon
• Liver & renal • During • Renal • Renal function
impairment pregnancy impairment impairment
• During (Category C) and • Previous • Pregnant
pregnancy lactation hypersensitivity
(Category C) and to sulfa drugs
lactation • Peptic ulcer
disease,
• Pregnant (B-Cat)
Allopurinol and theophylline increases the risk of theophylline toxicity

Allopurinol with ACEI or thiazide diuretics are increased risk of hypersensitivity


reactions

Allopurinol with aluminum salts may decrease the effectiveness of allopurinol.

Probenecid increases the effects of acyclovir, barbiturates, benzodiazepines, dapsone,


methotrexate, NSAIDs, rifampin, and the sulfonamides.

Sulfinpyrazone may increase the anticoagulant activity of oral anticoagulants

Sulfinpyrazone with tolbutamide. increased risk of hypoglycemia

Sulfinpyrazone with verapamil may decrease the effectiveness of verapamil.


American College of Rheumatology (ACR)/European League against Rheumatism (EULAR)
Serangan Akut
• Rekomendasi obat untuk serangan gout akut yang onsetnya <12 jam
adalah kolkisin dengan dosis awal 1 mg diikuti 1 jam kemudian 0.5
mg.
• Terapi pilihan lain diantaranya OAINS, kortikosteroid oral dan/atau
bila dibutuhkan aspirasi sendi diikuti injeksi kortikosteroid.
• Kolkisin dan OAINS tidak boleh diberikan pada pasien yang
mengalami gangguan fungsi ginjal berat dan juga tidak boleh
diberikan pada pasien yang mendapat terapi penghambat P-
glikoprotein dan/atau CYP3A4 seperti siklosporin atau klaritromisin.
• Serangan gout akut dapat dipicu oleh8,9,14,43-4,48
• Perubahan kadar asam urat mendadak. Peningkatan mendadak maupun
penurunan mendadak kadar asam urat serum dapat memicu serangan artritis
gout akut.
• Peningkatan mendadak kadar asam urat ini dipicu oleh konsumsi makanan atau
minuman tinggi purin.
• Sementara penurunan mendadak kadar asam urat serum dapat terjadi pada awal terapi
obat penurun asam urat.
• Obat-obat yang meningkatkan kadar asam urat serum, seperti:
• antihipertensi golongan thiazide dan loop diuretic, heparin intravena, siklosporin.
• Kondisi lain seperti trauma, operasi dan perdarahan (penurunan volume
intravaskular), dehidrasi, infeksi, dan pajanan kontras radiogra􏰒 i.
Rekomendasi pengelolaan gout (lanjutan)

• Obat penurun asam urat seperti alopurinol tidak disarankan memulai


terapinya pada saat serangan gout akut, namun pada pasien yang sudah
dalam terapi rutin obat penurun asam urat, terapi tetap dilanjutkan.
• Obat penurun asam urat dianjurkan dimulai 2 minggu setelah serangan
akut reda.
• Alopurinol adalah obat pilihan pertama untuk menurunkan kadar asam
urat, diberikan mulai dosis 100 mg/hari dan dapat dinaikan secara
bertahap sampai dosis maksimal 900 mg/hari (jika fungsi ginjal baik).
Apabila dosis yang diberikan melebihi 300 mg/hari, maka pemberian
obat harus terbagi.
• Jika terjadi toksisitas akibat alopurinol, salah satu pilihan adalah
terapi urikosurik dengan probenecid 1−2 gr/hari.
• Probenecid dapat diberikan pada pasien dengan fungsi ginjal normal,
namun dikontraindikasikan pada pasien dengan urolitiasis atau
ekskresi asam urat urin ≥800 mg/24jam.
• Pilihan lain adalah febuxostat, yang merupakan inhibitor xantin
oksidase non purin dengan dosis 80−120 mg/hari.
• Kombinasi inhibitor xantin oksidase dengan obat urikosurik atau peglotikase
dapat diberikan pada pasien gout kronis dengan topi yang banyak dan/atau
kualitas hidup buruk yang tidak dapat mencapai target kadar asam urat serum
dengan pemberian dosis maksimal obat penurun asam urat tunggal.
• Semua pilihan obat untuk menurunkan kadar asam urat serum
dimulai dengan dosis rendah.
• Dosis obat dititrasi meningkat sampai tercapai target terapi dan
dipertahankan sepanjang hidup.
• Sebagai contoh alopurinol dimulai dengan dosis 100 mg/hari,
kemudian dilakukan pemeriksaan kadar asam urat setelah 4 minggu.
• Bila target kadar asam urat belum tercapai maka dosis alopurinol ditingkatkan
sampai target kadar asam urat tercapai atau telah mencapai dosis maksimal.
• Pencegahan terjadinya serangan akut gout direkomendasikan untuk
memberikan terapi profilaksis selama 6 bulan sejak memulai terapi
penurun kadar asam urat.
• Profilaksis yang direkomendasikan adalah kolkisin dengan dosis 0.5–1
mg/hari, dosis harus dikurangi pada gangguan fungsi ginjal.
Rekomendasi Pengelolaan Gout Pada Pasien Gangguan Fungsi Ginjal