Você está na página 1de 17

ANALISA KESADARAN DIRI

OLEH KELOMPOK 1

Agusriansa April yanti Azwan Aristiana kesuma Erwin rinaldi Bella amelia Fajri alfiannur Cia novita Fauzi saputra Dameria sonata Febri nazwarul fauzan Diva de laura dwi hagita Agusdila safitri Dwi wahyuni Andeka lisni Eka dwi yanti Andi vonda osada Elza mursafitri Anita yusliana Endar sulistyani

Kesadaran diri mempunyai arti sebagai kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri, baik perasaan, perilaku, maupun pikirannya sendiri. Merupakan kemampuan untuk berpikir tentang proses berpikir itu sendiri.

Agar dapat mengetahui sampai sejauh mana kita mengetahui kesadaran diri kita, harus dapat menjawab pertanyaan berikut: siapakah saya? Mahasiswa seperti apakah saya? Perawat seperti apakah saya? Dosen seperti apakah saya?
Pemahaman serta penerimaan terhadap diri sendiri akan membuat seseorang menghargai perbedaan dan keunikan orang lain

Macam-Macam Kesadaran Diri

Remaja
Di masa remaja pemahaman diri melibatkan pengenalan yang lebih besar bahwa diri meliputi komponen-komponen yang tidak disadari dan yang disadari, meskipun demikian pengenalan ini cenderung tidak muncul sebelum individu memasuki usia dewasa akhir (selman 1980)

Menurut Hamka dalam bukunya yang berjudul pribadi

Tujuan pembentukan kesadaran diri adalah sebagai identitas pembeda antara pribadi satu dengan yang lain tentang sifat-sifat dan kelebihan diri, akal budi, kemauan dan cita-cita serta harga kemanusiaan seseorang berbeda dengan harga kemanusiaan yang lain

Menurut Antonius Otokhi :

Tujuan kesadaran diri adalah mengenal diri sendiri sekaligus kemungkinankemungkinannya, serta (diharapkan) mengetahui peran apa yang harus dia mainkan untuk mewujudkan keinginannya.

1. Yakin akan kemampuan diri sendiri

jian tanpa rasa malu


3. Dapat menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan, perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat.

2. Merasa setara dengan orang lain

4. Mampu memperbaiki karena sanggup mengungkapkan hal yang tidak disenanginya dan berusaha untuk mengubahnya.

Komponen Psikologis
Meliputi pengetahuan tentang emosi, kepribadian, motivasi, konsep diri.

Komponen Fisik
Terdiri atas pengetahuan tentang kepribadian dan fisik secara umum termasuk sensasi tubuh, gambaran diri, dan potensi fisik.

Komponen Lingkungan
Terdiri atas lingkungan sociocultural, hubungan dengan orang lain, dan hubungan manusiadengan alam

Komponen Filosofi
Mencakup arti hidup bagi hidup seseorang dan akan menjelaskan tentang arti hidup orang itu sendiri

Cara mengukur kesadaran diri dengan jendela johari


x Tahu tentang diri Tidak tahu tentang diri Tidak diketahui Diketahui orang lain orang lain

Daerah terbuka (open Daerah buta (blind area) 2 area) 1 Daerah tersembunyi (hidden area) 3 Daerah tidak disadari (unknow area) 4

Daerah terbuka atau open area (1)


adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri dan orang lain. Daerah ini beri informasi tentang diri seseorang yang diketahui oleh orang lain, seperti nama, jabatan, pekerjaan, tempat tinggal dan lain-lain.

Daerah buta atau blind area (2)


merupakan daerah yang memuat hal-hal yang disadari orang lain tetapi kita tidak menyadari, bagaimana cara mengurangi tremor , bagaimana cara menghadapi kepala perawatan. Blind area akan berkurang seiring dengan banyaknya masukan yang kita dapatkan dari orang lain

Daerah tersembunyi atau hidden area (3)

berisikan informasi yang kita tahu tentang diri sendiri tetapi orang lain tidak mengetahui. Seperti, orang menyembunyikan atau menutup dirinya.

Daerah tidak disadarai atau unknown area (4

adalah bagaimana informasi yang ada sehingga orang lain dan kita tidak mengetahuinya. Sebagain contoh ketika kita pertama kali suka kepada orang lain selain anggota keluarga kita

Budaya yang tidak sesuai


Hubungan interpersonal yang tidak harmonis Kegagalan mencapai tujuan hidup

Kegagalan dalam mengikuti aturan moral


Kehilangan peran Peran ganda

Konflik peran

Konsep diri (mendengarkan diri sendiri)


Yaitu pandangan individu mengenai kemampuannya, statusnya,perannya

aku social (aku menurut orang lain)


Yaitu pandangan individu tentang cara orang lain memandang atau menilai dirinya

aku ideal (aspirasi setiap individu)


Yaitu harapan individu tentang dirinya atau akan menjadi apa dirinya kelak