Você está na página 1de 26

Aplikasi Energi Surya

Hendri Syah
Kolektor Surya
Radiasi global tertinggi yang diterima permukaan bumi sekitar
1000 Watt/m
2
dengan komponen sinar langsung sekitar 800
Watt/m
2
apabila keadaan langit cerah.

Radiasi global bervariasi tergantung dari posisi surya, lokal
penerima energi surya, waktu dalam hari, keadaan cuaca dan
sudut kemiringan permukaan penerima.

Iradiasi surya yang diukur dalam laju energi persatuan luas
(Watt/m
2
) di suatu lokasi yang terletak pada jarak rata-rata
antara bumi dan surya di luar atmosfir bumi disebut konstanta
surya (I
c
). Nilai dari konstanta surya ini adalah 1353 Watt/m
2
.
Sistem pengumpulan energi surya
secara umum dapat dibagi ke dalam
tiga kategori utama, yaitu
sistem yang menghasilkan energi
termal suhu rendah (<150
0
C) untuk
pemanasan air, pemanasan dan
pendinginan bangunan,
sistem konversi sel surya yang
menghasilkan listrik langsung dari
energi elektromagnetik surya dan
sistem yang menghasilkan
energi thermal bertemparatur tinggi
guna membangkitkan energi listrik
(Culp, 1979).
Prestasi sistem energi surya
bergantung banyak faktor, antara
lain :
ketersediaan energi surya, sifat-
sifat optik (transmisivitas,
reflektivitas), sifat absorbsivitas,
emisivitas absorber, suhu udara
lingkungan sekitar, kebutuhan
energi, rancangan sistem energi,
waktu pengumpulan dalam sehari,
arah dan suhu fluida kerja, serta
kehilangan panas akibat konduksi,
konveksi ataupun radias
Pengumpul energi surya digolongkan
menjadi dua, yaitu tipe tetap dan tipe
penjejak. Jenis penjejak dikendalikan
alat pengatur sehingga dapat
mengikuti surya sepanjang hari dan
umumnya dipakai untuk penggunaan
suhu tinggi.
Pengumpul energi surya dapat juga
dibagi menjadi pelat datar dan
memfokus. Jenis pelat datar untuk
pemanasan air dan pemanas ruangan.
Jenis memfokus dengan prestasi tinggi
untuk pendinginan.
Kolektor surya berfungsi untuk mengumpulkan radiasi surya
dan mengubahnya menjadi energi panas yang kemudian
diteruskan ke fluida yang berada di dalam pipa-pipa kolektor.
Tipe-tipe Kolektor Surya ini dibedakan pada 3 jenis,
yaitu :
1. Kolektor Surya Plat Datar
2. Kosentrator Surya
3. Kolektor Surya Tabung Hampa
Kolektor Surya Plat Datar
Kolektor Surya Pelat Datar: Sistem ini berupa kotak
terinsulasi dan tahan air, terdiri dari pelat absorber
berwarna hitam pekat yang terletak di bawah penutup
transparan (bisa 1 atau 2 lapis penutup transparan dan
juga dapat 1 atau dua buah penutup transparan ). Air atau
fliuda pengkonduksi dialirkan di dalam pipa yang berada
di bawah pelat absorber, untuk dipanaskan dan akan
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Kosentrator Surya
Konsentrator Surya: Biasanya berupa logam parabola
(cermin parabola) untuk mengkonsentrasikan radiasi
surya ke dalam absorber (receiver) yang berada di
pusatnya. Absorber berupa pipa yang didalamnya
terdapat air yang dipanaskan. Kekuatan panas terletak
pada posisi absorber harus selalu berada di fokus
parabola.
Kolektor Surya Tabung Hampa
Kolektor Surya Tabung Hampa : Untuk pemanas air terdiri
dari jajaran tabung kaca (seperti tabung lampu neon). Ada
3 tipe, yaitu:

Tipe 1 (Glass-Glass) tubes : Terdiri dari dua tabung
kaca yang disatukan pada bagian ujung-ujungnya. Di
dalam tabung dilapisi dengan lapisan tertentu
berwarna hitam berfungsi sebagai absorber sekaligus
dapat menahan kehilangan energi radiasi. Tabung
dibuat vakum untuk mengurangi kehilangan panas
akibat konduksi dan konveksi. Tidak sefisien tipe 2,
tetapi sangat kuat terhadap kebocoran.
Tipe 2 (Glass-Metal) tubes : Terdiri dari tabung tunggal. Di dalam tabung
terdapat aluminium berbentuk pelat atau lengkung yang berhubungan
dengan pipa berisi air untuk dipanaskan. Pelat aluminium biasanya dilapis
dengan lapisan tertentu. Tipe ini sangat efisien tetapi rawan dengan
kebocoran, akibat sambungan antara kaca dan logam, karena tingkat
pemuaian kaca dan logam tidak sama, sehingga setelah beberapa lama
terkena panas dan dingin akan terjadi penyusutan dan pengembangan
material yang menyebabkan kebocoran.
Tipe 3 (Glass-Glass-Water Flow Path)
tubes : Air berada di dalam tabung.
Permasalahan muncul jika tabung pecah,
maka air panas tumpah kemana-mana
(atap rumah).
Kolektor surya jenis pelat datar terdiri dari:

penutup transparan,
penyerap panas (absorber),
insulator dan
badan (kotak kolektor).

Suhu fluida kerja bisa berkisar antara 30
0
-90
0
C,
tergantung jenis pengumpulnya dan jenis
pemakaiannya (Stoecker dan Jones, 1982). Fluida
kerja didaurkan dalam suatu pipa berliku melalui
plat penyerap untuk membawa energi panas surya
ke tempat pemakaian.
Komponen-komponen sistem yang terdapat pada pemanasan
energi surya adalah: kolektor, tangki penyimpan kalor,
pemanas tambahan, pipa saluran fluida, pompa. Unit
pemanas tambahan diperlukan jika kalor yang tersedia dari
kolektor tidak memenuhi permintaan.
Sistem pemanas dengan
fluida udara dan sistem
pemanas dengan fluida
air pada prisipnya sama,
perbedaanya hanya pada
rancangan dan
pengoperasiannya
Bagian-Bagian Kolektor Surya
Secara umum digunakan kaca yang berfungsi
untuk mengurangi rugi panas konveksi dari udara bergerak yang
dibatasi.
melindungi dari pengaruh udara luar dan sebagai media yang
baik untuk meneruskan radiasi surya ke plat penyerap, sehingga
energi maksimum dapat diterima plat penyerap.
mengurangi rugi panas radiasi dari refleksi (pemantulan kembali)
radiasi gelombang yang dipancarkan oleh plat pneyerap (absorber) .

Efek Rumah Kaca
Penyerap (absorber) merupakan komponen utama dari
sistem pengumpulan energi surya. Salah satu fungsinya
menyerap radiasi surya dan memindahkan panas ke
fluida yang disirkulasikan. plat penyerap harus memiliki
kemampuan pindah panas yang baik, konduktifitas panas
tinggi, daya serap energi tinggi, pancaran suhu rendah,
tak mudah korosi dan stabil pada suhu tinggi.
Insulasi
Plat Absorber
Penutup Transparan Rangka
Insulasi panas dalam aplikasi pemanfaatan sinar
surya secara umum adalah: pada kolektor untuk
meminumkan rugi panas sisi bawah dan samping
penyerap, pada tangki meminumkan rugi panas
terhadap lingkungan, pada pipa pembawa air panas
untuk meminumkan rugi panas terhadap lingkungan.
Beberapa persyaratan sebagai bahn insulator, antara
lain : konduktifitas panas rendah, keseragaman,
higroskopis rendah, tahan terhadap mikroba dan
hama serta awet dan tahan lama
Jenis insulator yang dapat digunakan, antara lain : bahan
serat-seratan (mineral-wool, glass-wool, wood-wool,
ceramic-fibres), bahan busa organik (poly-isocyanurate-
foam, polyurethane-foam), bahan seluler (foam-concerte),
bubuk (gabah, serbuk gergaji), bahan biji-bijian.
Pemasak Surya (Kompor Surya)
Kundapur (1999) mengklasifikasikan pemasak surya dalam
beberapa tipe: (1) tipe kimia, (2) tipe konsentator, (3) tipe
tidak langsung (indirect), (4) tipe lipat, dan (5) tipe box
Tipe-tipe tersebut memiliki ciri khasnya sendiri
Tipe kimia memiliki biaya pembuatan yang cukup mahal
dan diperlukan kondisi tertentu untuk keamanan
makanan. Karena kerumitan dan pertimbangan biaya, tipe
ini jarang digunakan
Tipe konsentrator memberikan suhu paling tinggi dari
semua jenis pemasak surya
Kelemahan letak pemasak di atas konsentrator, sehingga
menyulitkan proses pemasakan
Tipe box memiliki prinsip kerja sebagai berikut, energi
surya dikonsentrasikan ke dalam sebuah kotak (box) yang
diletakkan di bawah reflektor yang memungkinkan semua
sinar matahari yang mengenai reflektor dipantulkan ke
dalam box
Pemasak surya tipe box dibagi dalam dua bagian, yaitu:
tanpa reflektor dan dengan reflektor (berjumlah satu atau
delapan; mengelilingi box pada bagian atas) yang berfungi
untuk meningkatkan fluks panas
Seringkali reflektor berfungsi sebagai penutup luar.
Pemasak surya tipe box tanpa reflektor pertama kali
diperkenalkan oleh Saussure (1740-1799). Ruang masak
diinsulasi dengan kaca pada bagian atas sehingga radiasi
surya dapat tembus dan memanaskan ruang pemasak.
Meinel dan Meinel (1977) melaporkan bahwa pemasak
surya tipe box yang dikubur pada pasir dan diberi penutup
ganda berupa kaca dapat mencapai suhu yang cukup sta.bil
sekitar 116
o
C
Prinsip kerja oven surya sebagai berikut:
Iradiasi surya akan masuk ke dalam ruang oven dengan dua
cara, yaitu secara langsung atau dipantulkan melalui
reflektor yang mengelilingi bagian atas ruang oven.
Iradiasi surya akan masuk ke dalam ruang oven setelah
melewati penutup transparan ruang oven. Iradiasi akan
diserap oleh makanan yang dimasak, dinding, dan lantai
oven.
Energi yang diserap oleh dinding dan lantai oven
selanjutnya dipindahkan ke ruang oven atau ke bahan
pangan dengan cara konveksi ataupun radiasi.
Beberapa energi termal akan keluar melalui dinding, lantai
dan penutup transparan.
Energi yang hilang terbesar pada penutup transparan,
selain terdapat lubang untuk pengeluaran uap juga
ketebalannya penutup transparan sangat tipis.

Gambar . Pemantulan sinar surya pada reflektor oven surya

Kelemahan dan Kelebihan
kelemahan: (1) kesediaan iradiasi surya yang tidak teratur,
(2) energi yang digunakan tidak dapat diangkut dan
disimpan, (3) pada latitude yang tinggi tidak nyaman, (4)
kebiasaan dalam memasak/makan, (5) waktu pemasakan
lama.

Kelebihan: (1) energi yang tersedia berlimpah, (2)
mencegah kerusakan hutan, polusi udara, dan menghemat
penggunaan energi konvensional
Perhitungan energi surya
pm
I I
7
1000
=
( ) ( ) | |
gp gl f i
It It
t
Ih E + E + I + I
A
= 2 4
3
Total Iradiasi Harian
Ih = Total Iradiasi Surya Harian (Watt.h/m
2
atau Watt.jam/m
2
)
dt = Selang Waktu Pengukuran (h, hour atau jam)
I
i
= Iradiasi Awal (Watt/m
2
)
I
f
= Iradiasi Akhir (Watt/m
2
)
I
tgl
= Iradiasi Jam Ganjil (Watt/m
2
)
I
tgp
= Iradiasi Jam Genap (Watt/m
2
)
( ) | | ot
T C
A Qrad I =
t = Koefisien Transmisivitas Cover
a = Koefisien Absorbsivitas Pelat Penyerap
It = Radiasi Total Surya (Watt/m
2
)
Ac = luas kolektor